Ahsan/Hendra Susul Minions ke Perempat Final Hong Kong Open

Mohammad Ahsan (kiri) bersama rekannya Hendra Setiawan (Antara/Puspa Perwitasari)

Kowloon: Ganda putra veteran Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menyusul junior mereka, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, ke babak perempat final Hong Kong Open 2018. Kepastian itu didapat setelah The Daddies, julukan Ahsan/Hendra, menghempaskan perlawanan wakil Malaysia, Goh V. Shem/Tan Wee Kiong lewat rubber game 21-16, 12-21, dan 21-12.

Pertarungan berlangsung sengit. Ahsan/Hendra hanya unggul tipis 11-10 atas Goh/Tan pada interval. Tapi setelah interval, Ahsan/Hendra berhasil meredam serangan Goh/Tan untuk mencuri game pertama 21-16.

Di game kedua, Ahsan/Hendra terlihat kesulitan mengimbangi permainan Goh/Tan. Alhasil mereka teringgal 7-11 pada interval. Selepas jeda, Goh/Tan semakin gemilang dan mengakhiri perlawanan Ahsan/Hendra 12-21.

Baca juga: Sempat Ketinggalan, Marcus/Kevin Singkirkan Pasangan Denmark

Pada game ketiga, Ahsan/Hendra mulai bisa mengimbangi permainan Goh/Tan. Hasilnya mereka mampu unggul 11-9 pada interval. Selepas interval, Ahsan/Hendra semakin tak terbendung dan hanya memberi tiga poin bagi Goh/Tan untuk menang 21-12.

Kemenangan ini membawa The Daddies menantang wakil Denmark di perempat final, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Ganda putra unggulan keenam itu berhasil menyingkirkan ganda putra Tiongkok, Ou Xuanyi/Ren Xiangyu, lewat straight game 21-15 dan 21-15.

Video: Medina Warda Unggul Atas Filipina di JAPFA Chess Festival 2018

(ACF)

Komentar Susy Usai Indonesia Sabet Medali Perunggu di BWF World Junior 2018

Toronto: Tim Indonesia akhirnya meraih medali perunggu pada nomor beregu BWF World Junior Championships 2018. Hasil ini dipastikan usai Indonesia kalah 1-3 dari Korea pada babak semifinal di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada.

Meski tak berhasil melaju ke partai puncak, raihan garuda muda sudah mampu mencapai target awal ke empat besar. Manajer tim Indonesia, Susy Susanti pun menilai perjuangan para atlet sudah cukup maksimal.

“Anak-anak sudah tampil maksimal saat pertandingan. Tapi namanya pemain muda, faktor tekanan ada juga. Sebenarnya memang kami berharap ganda putra, tunggal putra sama ganda campuran kami ambil. Sementara ganda putri dan tunggal putri itu fifty-fifty. Tapi pas ganda putra main pertama, agak sedikit meleset di situ. Dimana faktor ketegangan begitu terasa. Mereka pemain muda dan ini pengalaman pertama juga untuk dapat tanggung jawab sebesar ini. Secara keseluruhan nggak jelek, tapi masih bisa ditingkatkan untuk lebih maksimal lagi,” ujar Susy dilansir badmintonindonesia.org.

Poin pertama gagal diamankan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin untuk tim saat berhadapan dengan Tae Yang Shin/Wang Chan. Leo/Daniel kalah 18-21, 21-16 dan 17-21. Indonesia pun tertinggal 0-1.

Baca: Daftar Juara Fuzhou China Open 2018

Pada partai kedua, Indonesia menurunkan Putri Kusuma Wardani. Sektor tunggal putri ini memang memiliki peluang imbang dengan lawannya Park Ga Eun. Sayang, akhirnya Putri belum mampu memaksimalkan penampilannya dan harus kalah dua game langsung,18-21 dan 18-21.

“Faktor lain memang ada kendala non teknis juga. Saya sempat protes juga saat Putri dikasih kartu merah. Itu kan tidak bagus, apalagi pemain junior. Masa hanya mengelap keringat dikasih kartu merah. Walaupun pada akhirnya itu tidak bisa dijadikan alasan juga. Intinya para atlet sudah berjuang, inilah hasil kami dan memang Korea hari ini bermain lebih bagus,” lanjut Susy.

Tertinggal 0-2 dari Korea, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay kemudian mencoba membuka jalan buat Indonesia. Ia mengalahkan Jeong Min U dengan skor 21-7 dan 21-14.

Sayang setelah kedudukan 1-3, ganda putri Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma tak berhasil menang untuk menyamakan kedudukan. Ribka/Febriana kalah dalam 46 menit atas Jang Eun Seo/Lee Jung Hyun, dengan skor 19-21 dan 17-21.

Partai final beregu mempertemukan Korea dengan Tiongkok. Tiongkok kemudian keluar sebagai juara usai menundukkan Korea, 3-1. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Bima Sakti Tanggapi Desakan Mundur

(ASM)

Dua Ganda Putra Indonesia Melenggang ke Semifinal

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Humas PBSI)

Fuzhou: Dua ganda putra Indonesia melenggang ke semifinal China Open 2018. Kedua ganda putra tersebut adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Marcus/Kevin berhadapan dengan wakil Denmark, Kim Asturp/Andres Skaarup Rasmussen. Unggulan pertama ini menang dengan dua game langsung.

Pada game pertama, Marcus/Kevin sempat mendapatkan perlawanan dari Asturp/Rasmussen. Meski demikian, Marcus/Kevin masih mampu menyelesaikan game pertama dengan 22-20.

Memasuki game kedua, kejar mengejar angka kembali dilakukan kedua pasangan. Tapi selepas poin sama 16-16, Marcus/Kevin berhasil melepaskan kejaran dengan menang 21-7.

Tiket ke empat besar juga didapat Ahsan/Hendra ketika menghadapi ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Ahsan/Hendra menang lewat pertarungan tiga game 21-11 16-21 21-12.

Lolos ke semifinal, Ahsan/Hendra akan melawan dari salah satu ganda putra Tiongkok, He Jiting/Tan Qiang yang sedang berhadapan dengan Li Junhui/Liu Yuchen. Sementara Marcus/Kevin menunggu pemenang antara Lui Cheng/Zhang Nan dengan Liao Min Chun/Su Ching Heng dari Taiwan.

Dengan demikian, Indonesia hanya menyisakan Ahsan/Hendra dan Marcus/Kevin yang melenggang ke empat besar. Sementara empat wakil dipastikan gugur. Mereka adalah, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Anthony Ginting, Praveen Jordan/Melatih Daeva Oktavianti, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Sembuh dari Kanker, Lee Chong Wei Bidik Olimpiade 2020

(ACF)

Marcus/Kevin Susul Owi/Butet ke Babak 16 Besar

Fuzhou: Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, melaju ke putaran kedua China Open 2018 usai meraih kemenangan atas wakil Taiwan, Lee Jhe-Huei/Lee Yang, Selasa 6 November. Pasangan berjuluk Duo Minions itu menyusul langkah ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang duluan mencapai babak 16 besar tersebut.

Marcus/Kevin menyabet kemenangan lewat straight game 21-13, 21-16. Hanya butuh waktu 25 menit bagi ganda putra peringkat pertama dunia tersebut untuk menyudahi perlawanan Jhe-Huei/Yang.

Ini menjadi pertemuan kedelapan bagi Marcus/Kevin dan Jhe-Huei/Yang. Marcus Kevin jauh mengungguli Jhe-Huei/Yang dengan enam kemenangan dari delapan kali pertemuan tersebut.

Baca: Dendam Terbalaskan, Tontowi/Liliyana ke Babak Dua

Di babak 16 besar nanti, Marcus/Kevin sudah ditunggu wakil Korea Selatan, Min-Hyuk Kang/Kim Won-Ho. Ini menjadi pertemuan perdana kedua pasangan.

Sementara itu, Owi/Butet lebih dulu mendaki babak 16 besar setelah berhasil mengatasi perlawanan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai lewat straight game dengan skor 21-17, 21-19. Ganda campuran veteran Indonesia itu selanjutnya akan bertemu wakil Korea Selatan juga, yaitu Hwi Tae-Kim/Kim Hye-Jeong.

Namun sayangnya, sembilan wakil Indonesia lainnya yang terbagi atas tiga sektor harus terhenti di babak 32 besar. Mereka adalah yang berjuang di sektor ganda putra, ganda campuran, dan tunggal putri.

Dari ganda putra, ada pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Berry Angriawan/Hardianto. Fajar/Rian yang merupakan unggulan kedelapan harus takluk oleh Liao Min Chun/Su Ching Heng dari Taiwan.

Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktaviana Kandow dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dari ganda campuran juga bernasib sama. Lalu, Yulia Yosephin Susanto yang seorang diri bermain dari sektor tunggal putri hari ini juga terhenti di putaran pertama.

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Persiapan Singkat Jelang Turnamen, Ini Kiat-kiat Ala Jojo

Fuzhou: Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, tengah bersiap untuk turun pada turnamen China Open 2018. Namun, waktu persiapannya terbilang singkat.

Seperti diketahui, pemain-pemain elite Indonesia baru saja dikuras pada dua turnamen Eropa teranyar, yakni Denmark Open 2018 dan French Open 2018. Mereka hanya punya waktu kurang dari sepekan untuk latihan menghadapi China Open 2018.

Bagi Jojo-sapaan akrab Jonatan-dalam waktu singkat ini yang terpenting adalah menjaga pola makan sehat. Ia mengaku belum bisa makan seperti biasa saat jeda antar turnamen.

Baca: Target Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior 2018

“Saya rasa semua pemain mengalami, bukan hanya kami, semua pemain negara lain juga merasakan ini. Main dengan perbedaan waktu dan persiapan kurang dari seminggu. Kami harus pintar-pintar jaga dari pola makan dan istirahat,” kata Jonatan dikutip Humas PBSI.

“Makan juga jangan bebas dulu, dua minggu di turnamen Eropa kan makannya sudah dijaga, biasanya habis turnamen kalau ada libur satu dua hari makannya agak bebas, sekarang mungkin tetap dijaga makannya seperti waktu lagi ikut turnamen,” sambung pemain yang akrab disapa Jojo tersebut.

Berdasarkan hasil undian, Jojo dan pebulu tangkis Indonesia lainnya, Anthony Sinisuka Ginting, berpeluang melakoni ‘perang saudara’ jika keduanya mampu melewati putaran pertama. Jojo harus mengalahkan wakil India, Prannoy H. S, sementara Anthony ditunggu wakil tuan rumah, Qiao Bin.

“Anthony harus belajar dari penampilan dia pada dua turnamen terakhir. Waktu di Denmark Open, permainannya sudah terbaca oleh (Kento) Momota, di game ketiga dia terbawa permainan Momota. Sedangkan di French Open, saat serangannya tak berhasil menembus Kantaphon (Wangcharoen), Anthony masih ada keraguan, dan akhirnya dia tidak sabar, di bawah tekanan dan melakukan kesalahan sendiri,” kata Asisten Pelatih Tunggal Putra PBSI yang mendampingi tim tunggal putra di Fuzhou, Irwansyah.

“Jojo ada peningkatan dari dua turnamen Eropa. Sekarang dia harus bisa memanfaatkan kesempatan, harus lebih berani menekan dari awal. Jojo harus lebih belajar bagaimana mengeluarkan kemampuan dia dan kapan untuk tahan dulu,” lanjut dia.

Putaran pertama China Open 2018 akan mulai digelar pada Selasa 6 November besok. Turnamen ini akan berlangsung hingga babak final pada akhir pekan, Minggu 11 November.

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Tekuk Wakil Tiongkok, Ketut/Rizki Melaju ke Semifinal

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta. (Foto: Humas PBSI)

Saarbrucken: Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta, berhasil melaju ke semifinal SaarLorLux Open 2018. Tren positif itu mereka raih setelah menaklukkan wakil Tiongkok, Li Wenmei/Zheng Yu.

Ketut/Rizki bentrok dengan Li/Zheng pada fase perempat final di venue Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, Jumat 2 November. Pertandingannya berlangsung sengit selama 40 menit dengan skor akhir, 22-20 dan 21-19.

Salip menyalip poin sudah terjadi ketika memainkan game pertama. Meski bisa menang, selisih raihan poin Ketut/Rizki dengan Li/Zheng tidak pernah terlampau jauh. Raihan skor beruntun tertinggi Ketut/Rizki hanya tiga poin.

Pertandingan makin menarik ketika game kedua SBOBET. Li/Zheng yang mendominasi permainan malah dibendung Ketut/Rizki saat skor 19-19. Setelah itu, keadaan berbalik dan pertandingan pun bisa dimenangkan Ketut/Rizki.

Berdasarkan catatan di atas kertas, Ketut/Rizki memang lebih unggul atas Li Zheng karena peringkat dunia mereka lebih baik. Meski begitu, keduanya sama-sama berada di deretan 150 besar dunia.

Selanjutnya, pada semifinal yang berlangsung Sabtu 3 November, Ketut/Rizki akan berhadapan dengan wakil tuan rumah, Linda Efler/Isabel Herttrich. Mereka lolos ke perempat final setelah mengalahkan unggulan keempat asal Rusia, Anastasia Chervyakova/Olga Morozova.

Ketut/Rizki merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos ke semifinal. Tadinya, ada Fitriani yang  tanding di perempat final tunggal putri. Tapi dia dikalahkan unggulan pertama asal Tiongkok, Gao Fangjie.

Indonesia Kirim Dua Wakil ke Semifinal Macau Open 2018

Firman Abdul Kholik. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Macau City: Para pebulu tangkis Indonesia kembali berguguran pada perempat final Macau Open 2018, Jumat 2 November. Beruntung, masih ada dua wakilnya yang berhasil lolos ke semifinal.

Wakil Indonesia yang ke semifinal berasal dari nomor ganda campuran yang dimainkan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow. Sedangkan satu wakil lainnya dari ganda putri Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto.

Klik: Laga di Manchester, Pertarungan Terbesar dalam Karier Daud Yordan

Akbar/Winny berhasil melewati perempat final setelah bertanding sengit kontra wakil Hong Kong, Mak Hee Chun/Yeung Nga Ting. Meski menang dua game, Akbar/Winny nyaris kehilangan game pertama.

Khusus nomor ganda putri, sejatinya Indonesia sudah menyegel satu tiket semifinal sebelum fase perempat final itu dimainkan. Sebab, Yulfira/Jauza berhadapan dengan lawan yang juga berasal dari Tanah Air, yakni Winny Oktavina Kandow/Virni Putri. 

Klik: Fitriani Hanya Bertahan Hingga Perempat Final

Meski bertanding dengan lawan yang sering berlatih bersama, jalannya pertandingan tetap sengit. Mereka tetap mengerahkan kemampuan terbaik sebelum akhirnya Yulfira/Jauza menutup laga dalam tempo 48 menit.

Terdapat enam wakil Indonesia yang tampil di perempat final. Namun, empat lainnya harus gugur, tak terkecuali Firman Abdul Kholik yang merupakan tunggal putra harapan tim Merah Putih.

Hasil lengkap wakil Indonesia di perempat final Macau Open 2018:

Tunggal Putra
– Sitthikom Thammasin (Thailand) vs Firman Abdul Kholik: 25-23 dan 21-10 (Indonesia kalah)

Tunggal  Putri
– Ayumi Mine (Jepang) vs Lyanny Alessandra Mainaky: 21-10, 17-21 dan 21-10 (Indonesia kalah)
 
Ganda Putri
– Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto vs Winny Oktavina Kandow/Virni Putri: 23-21 dan 21-10 (Indonesia menang)

Ganda Campuran
– Hoo Pang Ron/Cheah Yee See  vs Ronald/Annisa Saufika: 21-16 dan 21-6 (Indonesia kalah)
 
– Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow vs Mak Hee Chun/Yeung Nga Ting (Hong Kong): 22-20 dan 21-16 (Indonesia menang)
 
– Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong) vs Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami: 21-19 dan 21-12 (Indonesia kalah)

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Susy Susanti Ingin Marcus/Kevin Tampil Lebih Tenang

Jakarta: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo gagal mempersembahkan gelar juara untuk Indonesia di ajang French Open 2018. Itu terjadi karena mereka kalah di final oleh wakil tiongkok Han Chengkai/Zhou Haodong dengan skor ketat 21-23, 21-8 dan 17-21.

Susy Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI turut angkat suara terhadap performa Marcus/Kevin. Tapi, bukan terkait pencapaian di French Open saja, melainkan juga di perhelatan Denmark Open 2018.

Berbeda dengan di French Open, Marcus/Kevin malah mampu menang mudah di final Denmark Open. Saat itu, mereka sukses menaklukkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda asal Jepang dalam tempo 36 menit dengan skor, 21-15 dan 21-16.

Klik: Evaluasi Pelatih atas Kegagalan Marcus/Kevin di Prancis

Menurut Susy, tiap negara punya karakter permainan yang berbeda, khususnya Jepang dan Tiongkok. Oleh karena itu, dia berharap ke depannya agar Marcus/Kevin bisa  lebih tenang ketika berhadapan dengan wakil Tiongkok seperti Han/Zhou.

“Untuk Marcus/Kevin di final (French Open 2018) mungkin harus lebih tenang dan lebih fokus lagi,” kata Susy seperti dikutip dari rilis Humas PBSI.

“Terutama ketika menghadapi pasangan Tiongkok yang tiap pertemuannya selalu ramai,” tambah dia.

Klik: Hamilton Merasa Aneh Bisa Juara Dunia Lima Kali

Meski hanya Marcus/Kevin yang terlihat menonjol di tim bulu tangkis Indonesia, Susy tetap mengapresiasi perjuangan pemain lain yang belum bisa mempersembahkan prestasi terbaik di Denmark Open maupun French Open. Ia berharap para pemain lain juga mau bekerja lebih keras lagi

“Khususnya, bagi sektor yang belum mampu memberikan prestasi tertinggi,” pungkas legenda  tunggal putri Indonesia tersebut.

Setelah perhelatan French Open 2018, tim bulu tangkis Indonesia hanya punya waktu seminggu untuk beristirahat. Sebab, mereka sudah langsung ditunggu ajang Fuzhou China Open 2018 dan Hong Kong Open 2018. 

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Evaluasi Pelatih atas Kegagalan Marcus/Kevin di Prancis

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Humas PBSI)

Paris: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus puas menjadi runner up di ajang French Open 2018 pada pekan lalu. Itu terjadi karena mereka kalah di final.

Kevin/Marcus yang berstatus sebagai ganda putra terbaik Indonesia kalah di final oleh wakil Tiongkok,  Han Chengkai/Zhou Haodong. Keduanya menyerah dengan skor 21-23, 21-8 dan 17-21.

Kevin/Marcus berpeluang besar memenangkan game pertama karena sempat unggul saat kedudukan 20-18. Tapi, keduanya malah kurang konsentrasi hingga akhirnya bisa disusul oleh Han/Zhou.

Klik: Momen Krusial Hamilton

Aryono Miranat selaku pelatih ganda putra Indonesia sangat menyayangkan atas hasil negatif yang dialami Marcus/Kevin. Sebab, dua anak asuhnya itu nyaris menang pada game pertama.

“Pada game pertama, Kevin/Marcus bermain terlalu terburu buru. Mereka terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama pada poin-poin akhir. Sedangkan, lawan sangat baik dalam pengembalian bola-bola datar (drive),” papar Aryono.  

Klik: Sebastian Vettel Masih Penasaran dengan Hamilton

Ketika memainkan game kedua, lanjut Aryono, Marcus/Kevin tampil sangat baik dan bisa mengontrol pukulan-pukulan yang dilepaskan. Tapi, lawan malah mengajak bermain cepat lagi ketika game ketiga. 

“Lawan kembali memaksa bermain cepat dengan bola-bola datar yang baik pada game ketiga. Situasi itu memaksa Marcus/Kevin pun selalu dalam posisi bertahan,” tambahnya.

Kegagalan di Prancis belum berpengaruh terhadap ranking satu dunia milik Marcus/Kevin. Terlebih lagi, keduanya juga sempat menjuarai ajang Denmark Open 2018 sebelum berangkat ke Prancis. (RO)

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Menyerah Dari Wakil Tiongkok, Marcus/Kevin Gagal Juara di French Open 2018

Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya gagal menjadi juara French Open 2018 (Foto: DOK PBSI)

Paris: Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo gagal meraih gelar di French Open 2018. Unggulan pertama turnamen itu harus kandas di tangan pasangan Tiongkok Han Chengkai/Zhou Haodong lewat rubber game 21-23, 21-8, 17-21 di babak final, Minggu 28 Oktober.

Marcus/Kevin merasakan kesulitan meladeni permainan Han/Zhou sejak game pertama. Mereka bahkan harus tertinggal 10-11 di interval pertama dari Han/Zhou.

Penampilan meyakinkan sempat ditunjukkan Marcus/Kevin usai interval pertama. Mereka sempat unggul 15-12. Namun, Han/Zhou terus memberikan perlawanan dan mampu mengejar raihan poin  Marcus/Kevin.

Baca: Marquez Gagal Finis, Phillip Island Milik Vinales

Bahkan, keduanya harus menentukan kemenangan pada game pertama lewat deuce setelah skor 19-19. Pada momen itu, Han/Zhou mampu menaklukkan Marcus/Kevin dengan skor 23-21.

Marcus/Kevin berupaya bangkit pada game kedua sbobet indonesia. Alhasil, mereka sukses tampil dominan dan mampu menang dengan skor 21-8.

Baca: Gubernur Sumsel Bentuk Satgas Perbaikan Jakabaring Sport City

Namun, perlawanan sengit kembali dialami Marcus/Kevin pada game ketiga. Mereka harus bertarung hingga skor 11-11. Hingga akhirnya, Han/Zhou mampu membuat Marcus/Kevin menyerah dengan skor 17-21.

Kekalahan ini membuat Marcus/Kevin harus puas menjadi runner-up French Open 2018. Ini juga merupakan kekalahan kedua secara beruntun mereka dari Han/Zhou di sepanjang karier.

Marcus/Kevin Siap Lebih Lelah di Final

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto: Humas PBSI)

Paris: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang melaju ke final French Open 2018. Kesempatan itu diakui keduanya bakal dimanfaatkan dengan baik untuk menyabet gelar juara.

Marcus/Kevin memastikan tiket final ganda putra setelah menaklukkan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty pada semifinal, Sabtu 27 Oktober. Pertandingannya sempat berlangsung seru selama 42 menit sebelum akhirnya ditutup dengan skor, 21-12 dan 26-24.

“Kami senang bisa ke final. Permainan lawan beda sekali saat game kedua. Mungkin mereka tegang pada game pertama sehingga mainnya tidak nyaman,” kata Marcus mengomentari laga semifinal.

“Lawan mempercepat permainan pada game kedua. Selain itu, pertahanan mereka juga jadi lebih rapat,” timpal Kevin.

Klik: Greysia/Apriyani Gugur di Semifinal

Selanjutnya pada final, Minggu 28 Oktober, Marcus/Kevin sudah ditunggu wakil Tiongkok, Han Chengkai/Zhou Haodong. Pertandingan mereka diprediksi berlangsung lebih sengit karena skor pertemuan yang masih imbang, 1-1.

Marcus/Kevin sempat menang lebih dulu atas Han/Zhou saat bentrok di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018. Namun, Han/Zhou bisa membalasnya lewat China Open 2018 pada September lalu. Menariknya, kedua laga tersebut baru bisa selesai lewat rubber game.   

“Kami sudah mengevaluasi penampilan lewat pertemuan sebelumnya. Jadi, kami harus lebih siap lelah dengan kondisi lapangan seperti ini. Kemudian harus tampil lebih agresif juga karena pukulan lawan tidak mudah dimatikan,” ujar Kevin.

“Apalagi, mereka juga pernah mengalahkan kami. Jadi, kami harus lebih siap,” tambahnya.

French Open 2018 menjadi tantangan tersendiri bagi 13 wakil Indonesia yang diturunkan. Kebanyakan dari mereka mengeluh tentang embusan angin di sekitar lapangan dan juga bobot shuttlecock yang dinilai lebih berat. (RO)

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Marcus/Kevin Lolos ke Final French Open 2018

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Humas PBSI)

Paris: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berhasil melaju ke final French Open 2018 pada Sabtu 27 Oktober. Dengan begitu artinya, ada satu wakil Indonesia yang bisa menjaga asa untuk merebut gelar juara.

Sejatinya, Indonesia memiliki dua wakil pada semifinal, Sabtu 27 Oktober. Tapi, Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang tampil di nomor ganda putri malah keok dari pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dengan skor, 21-10 dan 21-8.

Marcus/Kevin baru memastikan tiket final setelah menundukkan menundukkan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Ganda putra terbaik dunia itu hanya butuh waktu 42 menit untuk menutup laga dengan skor, 21-12 dan 26-24.

Baca: Liliyana Natsir, Paris dan Bulu Tangkis

Seperti tertera pada skor akhir, Marcus/Kevin memang tidak kesulitan untuk merebut game pertama. Pertandingan baru sengit ketika memainkan gane kedua karena terjadi perebutan poin deuce yang cukup alot. Beruntung, Marcus/Kevin mampu tampil lebih konsisten.

Selanjutnya, Marcus/Kevin sudah ditunggu wakil Tiongkok, Han Chengkai/Zhou Haodong pada fase final, Minggu 28 Oktober. Pertandingannya dipredksi sengit karena skor pertemuan mereka masih imbang 1-1.

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Liliyana Natsir, Paris dan Bulu Tangkis

Paris: French Open 2018 menjadi turnamen Eropa terakhir untuk Liliyana Natsir yang akan gantung raket pada awal tahun depan. Liliyana pun punya kesan tersendiri terhadap Kota Paris yang menjadi salah satu pusat mode dunia tersebut.

Liliyana pernah meraih gelar juara French Open pada 2009, 2014 dan 2017. Beberapa hal yang membuatnya bersemangat tampil di sana karena keindahan kota serta sambutan para suporternya yang hangat. 

“Saya punya kenangan manis di Paris dengan mendapat tiga gelar juara di sini. Saya memang suka tanding di Paris, kotanya indah dan supporternya meriah. Pasti bakal kangen lagi ke Paris,” kata Liliyana lewat rilis Humas PBSI yang diterima Medcom.id.

Klik: Kata Greysia/Apriyani Usai Gagal Menembus Final

Tahun ini, Liliyana yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad hanya bisa menyentuh babak perempat final French Open. Itu terjadi karena keduanya disingkirkan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), dengan skor 16-21, 21-16 dan 18-21. Meski begitu, bukan berarti Liliyana tidak akan kembali lagi ke Paris.

“Mungkin suatu saat nanti, saya akan kembali lagi ke Paris. Tapi, bukan bertanding, melainkan untuk jalan-jalan,” lanjut Liliyana.

Klik: Alasan Gregoria Mundur dari French Open

Jelang gantung raket, Liliyana mengaku sempat bersedih menjalani pertandingan-pertandingan terakhirnya. Sebab, rutinitas menjadi pemain bulu tangkis sudah ia geluti dari kecil.

Liliyana Natsir memberi masukan kepada Tontowi Ahmad. (Foto: Medcom.id/Zam)

“Pasti ada rasa sedih dan akan kangen sama teman-teman di bulu tangkis. Kangen sama ngeyelnya Owi, nyebelinnya Owi dan kangen semua juga,” tutur peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 tersebut.

Tontowi/Liliyana masih terdaftar sebagai peserta Fuzhou China Open 2018 yang akan berlangsung pekan depan. Besar kemungkinan, turnamen itu bakal menjadi panggung terakhir bagi keduanya. (RO) 

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Kata Greysia/Apriyani Usai Gagal Menembus Final

Paris: Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, belum berhasil melangkah ke babak final French Open 2018. Duo Merah Putih tersebut mengaku kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaiknya di semifinal, pada Sabtu 27 Oktober.

Berstatus unggulan keempat turnamen, Greysia/Apriyani harus terhenti di babak semifinal oleh wakil Jepang, Wakana Nagahara/Mayu Matsutomo. Ini merupakan kekalahan kedua Greysia/Apriyani dari Nagahara/Matsutomo dalam dua pertemuan terakhir.

Greysia/Apriyani tunduk lewat straight game degan skor 21-10, 21-8. Hanya butuh waktu 34 menit bagi Nagahara/Matsutomo untuk mengakhiri perlawanan Greysia/Apriyani.

Baca: Greysia/Apriyani Gugur di Semifinal

“Kami banyak tertekan oleh lawan. Kami tidak bisa keluar dari tekanan, kami tidak tampil seratus persen dan memang mereka yang membuat kami tidak bisa mengeluarkan kemampuan kami,” kata Greysia dikutip Humas PBSI.

“Power mereka kencang, pola main mereka juga beda dengan pasangan Jepang lainnya. Tapi menurut saya menghadapi mereka sama sulitnya dengan pasangan yang lain, yang paling menonjol dari mereka adalah mereka kuat,” ujar Apriyani.

“Tentu kami kecewa dengan kekalahan di semifinal lagi, bukan berarti kami menyerah, kami harus evaluasi penampilan kami,” tambah Greysia.

Greysia/Apriyani sejatinya merupakan juara bertahan French Open. Tahun lalu, keduanya memenangkan sektor ganda putri dengan mengalahkan wakil Korea, Lee So Hee/Shin Seung Chan, di babak final lewat skor 21-17, 21-15.

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Greysia/Apriyani Susul Marcus/Kevin ke Semifinal

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (Foto: Humas PBSI)

Paris: Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, berhasil melangkah ke semifinal French Open 2018. Tren positif itu mereka raih setelah mengalahkan wakil Denmark, Maiken Fruergaard/Sara Thygesen.

Greysia/Apriyani bentrok dengan Maiken/Sara pada babak perempat final, Jumat 26 Oktober waktu setempat. Pertandingan sempat bergulir selama 1 jam 19 menit sebelum ditutup Greysia/Apriyani dengan skor 18-21, 21-16 dan 21-12.

Klik: Rekrut Pedrosa, KTM Siap Unjuk Gigi di MotoGP 2019

Maiken/Sara tergolong ganda putri nonunggulan di ajang French Open 2018. Namun, performa mereka terbilang  apik ketika menghadapi Greysia/Polii. Sebab, selain bisa merebut game pertama, selisih poin mereka juga tidak terlalu jauh.

Selanjutnya pada semifinal, Greysia/Apriyani akan ditantang ganda putri Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Mayu/Wakana lolos dari perempat final setelah mengalahkan Chang Ye Na/Jung Kyung Eun.

Klik: Tontowi/Liliyana Gugur, Ganda Campuran Indonesia Habis

Dengan adanya kemenangan Greysia/Apriyani ini, artinya sudah ada dua wakil Indonesia yang melangkah ke semifinal. Sebelumnya, tiket yang sama juga diperoleh pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Greysia/Apriyani Melenggang Mulus ke Perempat Final

Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses melenggang ke babak perempat final French Open 2018 (Foto: AFP/Claus Fisker)

Paris: Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu merebut tiket babak perempat final French Open 2018. Keduanya mampu mengandaskan perlawanan perwakilan India Jakkampudi Meghana/Poorvisha S Ram lewat dua game langsung di babak 16-besar, Kamis 25 Oktober.

Greysia/Apriyani tidak mengalami kesulitan berarti menghadapi Meghana/S Ram. Mereka hanya butuh waktu 30 menit guna meraih kemenangan dua game langsung 21-15, 21-13.

Dominasi permainan sudah ditunjukkan Greysia/Apriyani sejak awal game pertama. Mereka mampu unggul 11-8 di interval pertama. Usai itu, determinasi keduanya semakin sulit dibendung Meghana/S Ram. Alhasil, Greysia/Apriyani menutup game pertama dengan skor 21-15.

Baca: Lewati Wakil Jepang, Marcus/Kevin Genggam Tiket Perempat Final

Kepercayaan diri Greysia/Apriyani semakin tinggi pada game kedua. Meski sempat bermain imbang 2-2, mereka mampu membuat keunggulan 11-2 di interval kedua ini.

Greysia/Apriyani makin terlihat perkasa setelah mampu membuat keunggulan 16-6. Hingga akhirnya, mereka sukses memenangkan game kedua dengan skor 21-13.

Selanjutnya, Greysia/Apriyani akan ditantang wakil Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen di babak perempat final. Meski bukan unggulan, Fruergaard/Thygesen patut diwaspadai Greysia/Apriyani. Sebab, keduanya berhasil menyingkirkan unggulan Jepang Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto lewat dua game langsung 21-19, 21-19.

Video: Aries Susanti dan Aspar Jaelolo Juara Dunia Panjat Tebing

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Ricky/Debby tak Puas Gugur di Babak Pertama

Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto. (Foto: Humas PBSI)

Paris: Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto, tidak puas dengan performanya di ajang French Open 2018. Itu terjadi lantaran keduanya kalah pada babak pertama dari lawan yang bukan unggulan. 

Ricky/Debby bentrok dengan Marcus Ellis/Lauren Smith asal Inggris ketika melakoni babak pertama, Rabu 24 Oktober waktu setempat. Saat itu, mereka dikalahkan dengan skor, 18-21 dan 18-21 dalam tempo 44 menit.

Klik: Lolos ke Babak Kedua, Tontowi/Liliyana Khawatir Stamina Terkuras

Permainan Ricky/Debby tak dapat berjalan dengan baik karena serangan mereka tidak bisa menembus pertahanan lawan. Hal ini diakui keduanya sebagai penyebab kekalahan.

“Lawan kami kalau dibilang istimewa sekali juga tidak. Kami sempat menyerang tapi tak bisa mematikan lawan. Itu terjadi karena memang kesalahan kami,” ujar Debby setelah pertandingan.

“Kami mau menerapkan pola permainan cepat, tapi lawan sudah menebak. Kemudian, saya juga masih kurang power,” timpal Ricky.

Klik: Bertanding Satu Jam, Jonatan Christie Singkirkan Wakil India

Ini merupakan pertandingan terakhir bagi Ricky/Debby. Di turnamen selanjutnya, Debby akan berpasangan dengan Rinov Rivaldy, sedangkan Ricky bersama Della Destiara Haris.

“Pastinya kurang puas dengan hasil terakhir ini karena kami tampil dibawah performa. Harusnya performa kami tidak begini,” tutup Debby.

Tim bulu tangkis Indonesia mengirim tiga wakil di nomor ganda campuran French Open 2018. Namun, hanya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saja yang bisa melangkah ke babak kedua. Sebelumnya, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dikalahkan unggulan keempat asal Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet.

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Empat Wakil Indonesia Lewati Babak Pertama French Open 2018

Gregoria Mariska Tunjung. (Foto: Humas PBSI)

Jakarta: Sebagian besar pertandingan hari pertama French Open 2018 telah selesai bergulir pada Selasa 23 Oktober malam WIB. Dengan begitu, sudah bisa diketahui ada empat wakil Indonesia yang berhak melaju ke babak kedua.

Sejatinya, terdapat 13 wakil Indonesia dari semua nomor yang turun di French Open 2018. Tapi, baru tujuh wakil saja yang bertanding karena sisanya baru memainkan babak pertama pada Rabu 24 Oktober.

Klik: Tim Bulu Tangkis Indonesia Lanjutkan Perburuan ke Prancis

Terdapat empat wakil Indonesia yang langsung gugur pada hari pertama. Mereka semua adalah Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Tommy Sugiarto (tunggal putra), Fitriani (tunggal putri) dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran).

Greysia Polii/Apriyani Rahayu termasuk wakil Indonesia yang memainkan babak pertama pada hari kedua. Tapi, mereka sudah dipastikan melewati babak pertama karena Du Yue/Li Yinhui (Tiongkok) yang bakal menjadi lawannya mengundurkan diri.

Klik: Anthony Ginting Tersingkir Lebih Awal

Sementara itu, tiga wakil Indonesia lainnya yang tampil pada hari pertama benar-benar bertanding dan sukses mengalahkan lawannya dengan baik. Berikut hasil lengkap pertandingannya:

Tunggal Putri
– Gregoria Mariska Tunjung vs Lee Chia Hsin (Taiwan): 21-9 dan 21-9

Ganda Putri
– Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta vs Jongkolphan Kittharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand): 21-15, 18-21 dan 21-19

– Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Du Yue/Li Yinhui (Tiongkok): Mengundurkan Diri

Ganda Campuran 
– Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Mikkel Mikkelsen/Mai Surrow: 21-16 dan 21-13

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Tim Bulu Tangkis Indonesia Lanjutkan Perburuan ke Prancis

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Foto: Tesar/Medcom.id)

Paris: Usai sudah perhelatan Denmark Open 2018 pada Minggu 21 Oktober lalu. Kini, tim bulu tangkis Indonesia langsung melanjutkan perburuan gelar juara lewat turnamen French Open 2018 yang berlangsung selama enam hari (23-28 Oktober) di Stade Pierre de Coubertin, Paris.

Berdasar rilis Humas PBSI yang diterima Medcom.id, Indonesia berhasil meraih dua gelar juara pada French Open tahun lalu, yakni lewat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang turun di nomor ganda campuran dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang memainkan nomor ganda putri.

Klik: Target PBSI untuk Gregoria di Olimpiade Tokyo 2020

Kali ini, Indonesia berpeluang besar memperbaiki prestasi tersebut karena Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo juga bakal diturunkan. Keduanya berstatus sebagai ganda putra terbaik dunia dan baru saja menjuarai Denmark Open 2018.

Selain Marcus/Kevin, Indonesia juga menurunkan ganda putra veteran, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Meski tidak muda lagi, namun permainan mereka tetap merepotkan lawan yang lebih muda. Terkini, Hendra/Ahsan mampu menembus semifinal Denmark Open 2018. 

Klik: Perbedaan Jonatan dan Ginting di Mata Alan Budikusuma

Untuk nomor tunggal putra, Indonesia akan diperkuat oleh Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto. French Open 2018 menjadi momen tepat bagi ketiganya untuk memperbaiki pencapaian di Denmark.

Berbeda dengan di Denmark yang diperkuat satu wakil tunggal putri, kali ini Indonesia menurunkan Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani. Keduanya masih berusia muda dan tak mustahil membuat kejutan.

Berikut daftar pebulu tangkis Indonesia di French Open 2018: 

Tunggal Putra
– Jonatan Christie 
– Anthony Sinisuka Ginting 
– Tommy Sugiarto.

Ganda Putra 
– Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan
– Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

Tunggal Putri 
– Gregoria Mariska Tunjung 
– Fitriani

Ganda Putri
– Greysia Polii/Apriyani Rahayu 
– Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta

Ganda Campuran
– Ricky Karandasuwardi/Debby Susanto  
– Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir 
– Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja 
– Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti 

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Tekuk Wakil Jepang, Marcus/Kevin Juara Denmark Open 2018

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto: Humas PBSI)

Odense: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo belum tertandingi pada final ganda putra Denmark Open 2018, Minggu 21 Oktober. Mereka berhak menjadi juara setelah menaklukkan wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Jalannya pertandingan berlangsung tidak terlalu sengit di venue Odense Sports Park. Pebulu tangkis ganda putra terbaik Indonesia dan dunia itu hanya butuh waktu sekitar 36 menit untuk menutup laga dengan skor, 21-15 dan 21-16.

Perlawanan berarti baru ditunjukkan Takeshi/Keigo ketika pertengahan game kedua. Saat itu, mereka sempat menyalip raihan poin Marcus/Kevin hingga beberapa kali.

Klik: Gregoria Tumbang di Semifinal Denmark Open 2018

Namun, Marcus/Kevin tidak menerima begitu saja. Ganda putra terbaik dunia itu mampu kembali dengan permainan terbaiknya dan tidak membiarkan Takeshi/Keigo berkembang selepas kedudukan 15-15.

Hasil pertandingan ini memperbesar keunggulan Marcus/Kevin atas Takeshi/Keigo menjadi 6-4. Sebelumnya, Marcus/Kevin berhasil mengalahkan Takeshi/Keigo dengan skor 21-18 dan 21-12 di ajang Asian Games 2018.

Indonesia hanya meloloskan Marcus/Kevin di final Denmark Open 2018. Kebanyakan dari pebulu tangkis lainnya malah gugur sebelum mencapai semifinal.

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Gregoria Tumbang di Semifinal Denmark Open 2018

Pebulu tangkis tunggal putri, Indonesia,Gregoria Mariska Tunjung (dok. PBSI)

Odense: Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, gagal melangkah ke final Denmark Open 2018. Gregoria kalah dua game langsung dari atlet India, Saina Nehwal, 11-21 dan 12-21 di semifinal, Sabtu (20/10) malam waktu Indonesia.

Performa Gregoria terlihat kurang maksimal karena sering melakukan kesalahan sendiri. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh cedera yang diderita Gregoria ketika melawan Mia Blichfeldt di babak perempat final.

Game pertama berjalan kurang baik bagi Gregoria. Ia beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Gregoria akhirnya tertinggal 5-11 dari Saina.

Setelah interval, performa Gregoria tidak kunjung membaik. Ia masih melakukan beberapa kesalahan sendiri sehingga gagal mengejar perolehan poin Saina. Ia akhirnya tumbang dengan skor 11-21.

Di game kedua, Gregoria masih sering melakukan kesalahan sendiri. Beberapa kali pukulannya keluar dari lapangan. Hal ini membuat pebulu tangkis 19 tahun itu tertinggal 8-11 di interval.

Selepas interval, Gregoria masih sering melakukan kesalahan sendiri dan beberapa pukulannya masih sering keluar lapangan permainan. Alhasil satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia ini kalah 12-21.

Saina akan menghadapi unggulan pertama, Tai Tzu Ying. Ying lebih dulu memastikan tempat di final setelah mengalahkan wakil Tiongkok, He Bingjao, dua game langsung.

Video: PSSI Segera Putuskan Nasib Luis Milla

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Berlangsung Sengit, Ahsan/Hendra Capai Semifinal

Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan (dok. PBSI)

Odense: Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, meraih tiket ke semifinal Denmark Open 2018. Kepastian itu didapat setelah pasangan berjuluk The Daddies menang dua game langsung 21-19 dan 25-23 atas wakil Tiongkok Han Chengkai/Zhou Haodong. Ahsan/Hendra membutuhkan 33 menit untuk menyingkirkan pasangan Tiongkok tersebut.

Sejak awal game pertama, kejar-mengejar angka sudah terjadi. Alhasil Ahsan/Hendra hanya mampu unggul tipis 11-10 atas Han/Zhou di interval.

Setelah interval, permainan masih berlangsung ketat. Kedua kubu tidak pernah unggul dengan selisih dua angka. Tapi Ahsan/Hendra akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 21-19.

Baca juga: Dua Wakil Indonesia Melangkah ke Semifinal

Di game kedua, laga masih berlangsung ketat. Kejar-mengejar angka kembali terjadi. Sama seperti di game pertama, Ahsan/Hendra hanya mampu unggul 11-10 di interval.

Selepas interval, pertandingan berlangsung lebih k0etat. Kedua kubu lagi-lagi tidak mampu unggul dengan selisih dua angka. Alhasil, harus dilakukan deuce untuk menentukan pemenang. Di momen krusial ini, pengalaman Ahsan/Hendra sebagai peraih medali emas Asian Games 2014 berbicara. Mereka akhirnya memastikan tiket ke semifinal setelah menang 25-23 atas Han/Zhou.

Di semifinal, Ahsan/Hendra berpeluang bertemu rekan senegaranya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Namun, untuk merealisasikan hal itu, The Minions harus menyingkirkan ganda putra Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Video: ?PSSI Segera Putuskan Nasib Luis Milla

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Indonesia Tambah Tiga Wakil di Perempat Final Denmark Open

Odense: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Gregoria Mariska Tunjung, dan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta memastikan tempat di perempat final Denmark Open. Sementara ganda putra Berry Angriawan/Herdianto gagal menyusul rekan-rekan mereka.

Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, memastikan diri lolos usai membenamkan wakil Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich melalui rubber game 21-14, 13-21, dan 21-19. Owi/Butet membutuhkan 48 menit untuk menyegel tempat di babak delapan besar.

Tiket lolos juga digenggam Gregoria yang sukses menaklukkan  wakil tuan rumah, Mia Blichfeldt. Gregoria membutuhkan waktu 59 menit untuk menang rubber game (16-21, 21-16, dan 21-11) atas Mia.

Baca juga: Jojo Tersingkir, Tunggal Putra Kandas

Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta tidak ingin ketinggalan mengamankan tiket perempat final usai menaklukkan Selena Piek/Cheryl Seinen dari Belanda.

Tidak seperti Owi/Butet dan Gregoria yang membutuhkan rubber game, Ketut/Rizki menang straight game atas ganda putri Belanda tersebut. Mereka membutuhkan 34 menit untuk menang 21-14 dan 21-19.

Di babak perempat final nanti, Ketut/Rizki harus melakoni perang saudara melawan seniornya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Sementara itu, Owi/Butet harus berjumpa wakil tuan rumah yang ditempatkan sebagai unggulan lima, Mathias Christiansen/Christina Pedersen.

Baca juga: Greysia/Apriyani Terlalu Tangguh untuk Wakil Swedia

Di tunggal putri, Gregoria masih harus menunggu pemenang antara Line Hojmark Kjaersfeldt (Denmark) melawan Zhang Beiwen asal Amerika Serikat untuk jadi lawannya di babak perempat final.

Nasib berbeda dialami Berry/Hardianto. Mereka gagal melewati hadangan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Mereka takluk dua game langsung 21-12 dan 21-18 dalam 34 menit.

Video: Mayweather Terima Tantangan Khabib Nurmagomedov

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Indonesia Tambah Dua Wakil di Babak Kedua

Odense: Indonesia menambah dua wakil di babak kedua Denmark Open 2018. Kepastian itu didapat setelah pebulu tangkis tunggal putra, Tommy Sugiarto, dan ganda putra, Berry Angriawan/Herdianto, mengalahkan lawannya masing-masing.

Tommy mengalahkan wakil Inggris, Rajiv Ouseph, dua game langsung 12-21 dan 19-21. Tommy membutuhkan 36 menit untuk memastikan langkahnya ke babak kedua Denmark Open.

Sedangkan Berry/Herdianto membenamkan wakil tuan rumah, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding lewat rubber game 13-21, 21-19, dan 21-15. Berry/Herdianto membutuhkan lebih dari sejam untuk menyudahi perlawanan Petersen/Kolding.

Baca juga: Marcus/Kevin Kandaskan Perlawanan Sengit Wakil Tiongkok

Berry/Herdianto dan Tommy merupakan dua wakil terakhir dari Indonesia. Dengan ini Indonesia memastikan 11 wakil di babak kedua Denmark Open.

Di babak kedua, Tommy akan meladeni unggulan keenam asal Korea Selatan, Son Wan Ho. Sementara Berry/Herdianto sudah ditunggu pasangan Jepang, Tokuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Video: Mayweather Terima Tantangan Khabib Nurmagomedov

(FIR)

Marcus/Kevin Kandaskan Perlawanan Sengit Wakil Tiongkok

Odense: Ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, sukses melaju ke babak dua Denmark Open 2018. Kepastian ini didapat setelah Marcus/Kevin mengandaskan perlawanan wakil Tiongkok, He Jiting/Tan Qiang, dua game langsung 21-19 dan 22-20.

Dalam game yang berlangsung selama 30 menit itu, Marcus/Kevin susah payah menaklukkan He/Tan. Pasangan Indonesia ini harus melalui reli panjang untuk meraih poin dari He/Tan.

Awal game pertama berlangsung mulus bagi Marcus/Kevin. Mereka memimpin 11-6 ketika interval. Namun perlawanan sengit diberikan He/Tan selepas itu, mereka bahkan sempat memimpin 16-17 sebelum akhirnya dikandaskan 21-19.

Baca juga: Owi/Butet Tanpa Hambatan, Praveen/Melati Tersungkur

Game kedua berjalan semakin sengit. Marcus/Kevin bahkan tertinggal 10-11 ketika inteval. Sempat unggul 16-12, He/Tan memberikan perlawanan sengit dan menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Namun Marcus/Kevin bermain tenang dan membuat He/Tan melakukan kesalahan sendiri sehingga mereka menang 22-20.

Pada babak dua nanti, Marcus/Kevin ditunggu oleh ganda putra Jerman, Mark Lamsfuss/Marvin Emil Seidel. Mereka mengandaskan perlawanan wakil Korea Selatan, Min Hyuk Kang/Kim Won Ho dua game langsung 21-19 dan 29-27.

Video: Mayweather Terima Tantangan Khabib Nurmagomedov

(FIR)

Anthony Ginting Langsung Kandas di Babak Pertama

Anthony Sinisuka Ginting (Dok. PBSI)

Odense: Wakil tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting langsung kandas di babak pertama turnamen Denmark Open 2018. Ginting angkat koper setelah dikalahkan Kento Momota pada pertandingan, Rabu 17 Oktober dini hari.

Ginting yang sempat dua kali mengalahkan Momota gagal melanjutkan tren positifnya. Kali ini, Ginting dikalahkan wakil Jepang tersebut dengan skor 18-21, 23-21, dan 15-21 di Odense Sport Arena.

Ginting sempat memimpin game pertama dengan unggul 4-2 atas Momota. Namun, situasi itu tak bertaan lama setelah Momota mampu menyamakan skor 4-4 dan menutup interval dengan 11-7.

Klik: Jonatan Christie Susah Payah Lolos Babak Kedua

Momota yang menjadi unggulan ketiga mampu menjauh dari kejaran Ginting dengan skor 14-7. Pebulu tangkis asal Jepang itu akhirnya menutup kemenangan game pertama dengan skor 21-18.

Game kedua berjalan lebih sengit bagi kedua pebulu tangkis. Momota yang sempat memimpin 11-9 di interval dikejutkan Ginting yang mampu menyamakan kedudukan 18-18 dan merebut game kedua dengan kemenangan 23-21.

Sayang, perjuangan Ginting di game penentu bisa dijinakkan Momota. Unggul 11-8 di interval, Momota menutup kemenangan dengan skor 21-15 bagi Indonesia.

(REN)

Jonatan Christie Beberkan Kunci Sukses Lolos Babak Kedua

Odense: Jonatan Christie membeberkan kunci suksesnya lolos ke babak kedua Denmark Open 2018. Jojo–sapaannya–melaju usai mengalahkan Wong Wing Ki Vincent, Selasa 16 Oktober malam.

Menurut Jojo, kunci kemenangannya adalah dengan tak memberikan lawan kesempatan menyerang. Hal itu dibuktikan Jojo usai pada game pertama dirinya dikejutkan tunggal putra asal Hong Kong tersebut yang mampu mengalahkannya.

Jojo sempat dikalahkan Vincent di game pertama dengan skor 17-21. Sebelum dibalikkan keadaannya oleh peraih emas Asian Games 2018 tersebut pada game kedua dan ketiga dengan skor 21-18 dan 21-13.

Klik: Jonatan Christie Susah Payah Lolos Babak Kedua

“Saya bersyukur bisa melewati pertandingan pertama ini. Dari awal sebenarnya sudah enak mainnya, tapi permainan saya sudah terbaca oleh lawan. Tak bisa mengontrol poin krusial juga masih menjadi PR (pekerjaan rumah-red) saya,” ujar Jojo di situs resmi PBSI.

“Kunci kemenangan hari ini adalah di pertengahan game kedua dan di awal game ketiga. Saya tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk menyerang. Saya juga bisa menjaga pikiran saya untuk tetap fokus,” sambungnya.

Jojo selanjutnya akan menantang pebulu tangkis India, Sameer Verma di babak kedua, Rabu 17 Oktober. Sameer lolos ke babak kedua setelah membuat kejutan mengalahkan unggulan ketiga di turnamen BWF World Tour Super 750 ini, Shi Yuqi (Tiongkok) dengan 21-17 dan 21-18.

(REN)

Fajar/Rian Mundur dari Denmark Open 2018

Odense: Indonesia harus kehilangan satu wakilnya pada nomor ganda putra sebelum Denmark Open 2018 bergulir. Ganda putra yang dimaksud adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Fajar/Rian harus mundur dari turnamen bertaraf Super 750 ini dikarenakan malam ini juga Fajar harus pulang ke Tanah Air karena ada keluarganya yang sakit. Padahal mereka sudah tiba di Odense, Minggu 14 Oktober.

Selagi Fajar pulang, Rian juga harus terbang ke Paris untuk melakukan prosedur yang sama di turnamen French Open 2018 pekan depan. Sesuai dengan peraturan federasi bulu tangkis dunia (BWF), jika pemain ganda yang berada di peringkat 10 besar berhalangan hadir, maka pasangannya mesti hadir melapor ke referee.

“Memang Fajar/Rian tidak bisa ikut Denmark Open dan French Open, karena ada keluarga Fajar yang sakit, jadi Fajar harus pulang malam ini,” ujar Aryono Miranat, pelatih ganda putra yang mendampingi di Denmark Open 2018.

“Fajar akan pulang sendiri, sementara Rian harus di sini karena prosedurnya harus melapor ke referee. Rian juga harus hadir di Paris minggu depan, lalu pulang ke Jakarta sehari setelahnya,” tambah Aryono.

Dengan itu, maka ganda putra Indonesia hanya akan diwakili oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso serta Berry Angriawan/Hardianto di Denmark Open 2018.

Atlet Asing Apresiasi Indonesia

(ACF)

Superliga Junior 2018, Ajang Asah Mental Para Pebulu Tangkis Muda

Magelang: Pada pekan ini, para pebulu tangkis mudah bakal unjuk kebolehan di ajang Blibli.com Superliga Junior 2018. Kejuaraan bulutangkis nasional beregu antar klub ini akan berlangsung pada 16 hingga 21 Oktober.

Nantinya, ada 13 klub bulu tangkis terbaik yang siap bersaing untuk memprebutkan piala bergengsi dari dua kategori usia, yaitu U-17 dan U-19 baik putra maupun putri. Superliga Junior akan menggunakan format Thomas Cup dan Uber Cup. Setiap tim terdiri dari 10 pemain putra dan putri.

Untuk kategori U-19 putra akan memperebutkan Piala Liem Swie King dan kategori U-19 putri memperebutkan Piala Susy Susanti. 

Sementara itu ada yang berbeda dengan kategori U-17. Sebelumnya, kejuaraan ini memperebutkan Piala Superliga Junior, kini diganti dengan Piala Hariyanto Arbi sebagai piala U-17 putra, dan Piala Yuni Kartika untuk U-17 putri.

“Kami berharap turnamen ini menjadi ajang mengasah para pemain muda yang bisa mengharumkan nama Indonesia ke depannya. Selain mengasah kemampuan,dalam pertandingan beregu pemain harus mampu menahan ego serta mengasah solidaritas antar timnya untuk memenangkan pertandingan,” ujar Lius Pongoh ketua panitia pelaksana Superliga Junior.

Sementara itu Ketua Umum PP PBSI Wiranto menyambut baik dengan diselenggarakannya turnamen ini. Ia menganggap turnamen ini akan menjadi ajang untuk mengasah mental para pebulu tangkis muda.

“Kompetisi ini merupakan langkah yang sangat baik untuk membangun generasi bulu tangkis Indonesia di masa depan. Seperti yang kita ketahui, menjadi atlet bulu tangkis itu tidak bisa instan. Liem Swie King dan Susy Susanti juga harus berjuang dari kecil sampai akhirnya bisa menjadi juara di pentas bulu tangkis dunia. Semoga nilai-nilai seperti spirit dan semangat pantang menyerah ini bisa melekat di jiwa atlet-atlet muda kita,” tutur Wiranto.

Kejuaraan ini akan digelar di GOR Djarum Magelang dan akan memperebutkan hadiah total Rp610 juta.

Klub peserta kategori U-19:
PB Djarum
Mutiara Cardinal 
Exist Badminton Club
Jaya Raya 
FIFA Sidoarjo
Keelung High School (China Taipei)
Granular (Thailand)
SCG (Thailand) 
Badminton Association of India (India).

Klub peserta kategori U-17:
PB Djarum
Mutiara Cardinal
Exist Badminton Club
Jaya Raya
Sarwendah Badminton Club
Daihatsu Candra Wijaya Badminton Club
SGS PLN
Suryanaga Wima

(FIR)

Ukun Rukaendi Sumbang Perak dari Para Bulu Tangkis

Jakarta: Pebulu tangkis Indonesia, Ukun Rukaendi, kembali menyumbang medali dari cabang olahraga para bulu tangkis. Ini menjadi medali ke-13 dari cabor para bulu tangkis. 

Atlet 48 tahun itu berhasil meraih perak di nomor tunggal putra SL3 setelah dikalahkan atlet India, Pramod Bhagat. Ukun kandas melalui rubber game 21-19, 15-21, dan 21-14. 

Baca juga: Ganda Putra Raih Emas, Indonesia Tembus Lima Besar

Pertandingan berlangsung ketat pada game pertama. Terbukti Pramod hanya mampu unggul tipis atas Ukun ketika interval 11-9. Sayang Ukun gagal meningkatkan performa setelah interval sehingga tumbang 21-19 pada game pertama.

Pada game kedua Ukun mencoba bangkit dan hasilnya ia unggul 4-11 di interval. Ukun terus menjaga level penampilan selepas interval dan mencuri game kedua 15-21.

Sayangnya pada game ketiga perbedaan usia Ukun dan Pramod semakin terlihat. Pramod yang berusia 30 tahun unggul 11-5 di interval. Pramod terus menjaga performanya setelah interval dan akhirnya menang 21-14.

Dengan sumbangan medali dari Ukun, Indonesia semakin nyaman bertengger di posisi kelima klasemen perolehan medali sementara. Kontingen Merah Putih mengumpulkan 35 emas, 47 perak, dan 51 perunggu. Perolehan medali Indonesia hanya tertinggal dari Tiongkok (1), Iran (2), Korea Selatan (3), dan Jepang (4).

Video: Ganda Putri Cabor Bulu Tangkis Sumbang Emas untuk Indonesia

(ASM)

Ganda Putra Raih Emas, Indonesia Tembus Lima Besar

Jakarta: Atlet ganda putra para bulu tangkis Indonesia, Dheva Andrimusthi/Hafizh Briliansyah Prawiranegara berhasil menambah koleksi medali emas Indonesa setelah mengalahkan rekan senegara mereka, Suryo Nugroho/Oddie Kurnia Dwi Listyanto Putra. 

Dheva/Hafizh yang bertanding di nomor ganda putra SU5 melawan Suryo/Oddie berhasil menang dua game langsung 21-9 dan 21-9. Ini menjadi sumbangan kedua Dheva setelah sebelumnya meraih emas di nomor tunggal putra SU5.

Secara keseluruhan, cabor bulu tangkis telah menyumbangkan 4 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Namun, perolehan ini masih bisa bertambah mengingat Indonesia masih memiliki tiga wakil di nomor tunggal putra SL3, ganda campuran SL3 SU5, dan ganda putra SL3 SL4.

Baca juga: Para Bulu Tangkis Gondol Satu Emas dan Satu Perak

Tambahan emas Dheva/Hafizh membuat Indonesia merangsek ke lima besar klasemen perolehan medali sementara Asian Para Games 2018. Tim Merah Putih berhasil menggeser posisi Uzbekistan.

Meski sama-sama meraih 35 emas, Indonesia unggul jumlah medali perak. Perak yang diraih Indonesia mencapai 45 buah, sedangkan Uzbekistan hanya membukukan 24 perak.

Secara keseluruhan Indonesia sudah mengumpulkan 131 medali dengan rincian 35 emas, 45 perak, dan 51 perunggu. Kendati demikian, perolehan medali Indonesia masih bisa bertambah dalam beberapa jam ke depan.

Video: Tim Cabor Catur Raih Total 11 Medali Emas untuk Indonesia

(ASM)

Para Bulu Tangkis Gondol Satu Emas dan Satu Perak

Jakarta: Kontingen Indonesia kembali meraih medali. Kali ini dua medali didapat dari cabang olahraga para bulu tangkis setelah Dheva Anrimusthi meraih emas dan Fredy Setiawan menggondol perak.
 
Fredy meraih perak di nomor tunggal putra SL4 setelah dikandaskan atlet India, Tarun, yang meraih emas. Sedangkan Dheva berhasil mengalahkan rekan senegaranya, Suryo Nugroho Suryo, di nomor tunggal putra SU5.

Tarun mengalahkan Fredy melalui rubber game 10-21, 21-13, dan 21-19. Sedangkan Dheva mengalahkan Suryo dengan dua game langsung 22-20 dan 21-13.

Baca juga: Hari Ini Para Atlet Berprestasi Terima Bonus

Perolehan medali ini membuat total medali yang diraih kontingen Indonesia menjadi 123 buah. Tim Merah Putih memiliki 34 emas, 44 perak, dan 50 perunggu.

Kendati demikian, hasil ini belum mampu mendongkrak posisi Indonesia di papan klasemen perolehan medali sementara. Indonesia saat ini bercokol di posisi keenam klasemen, tertinggal dari Tiongkok yang berada di peringkat satu, disusul oleh Iran, Korea Selatan, Jepang, dan Uzbekistan.

Video: Mengintip Dapur Para Village

(ASM)

Mensos Terbawa Emosi Saksikan Semifinal Para Bulu Tangkis

Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi kegigihan yang ditunjukkan atlet para bulu tangkis Indonesia, Dheva Anrimusthi, saat menghadapi perwakilan Malaysia, Liek Hou Cheah, pada laga semifinal Asian Para Games 2018.

Dheva berhasil menaklukkan Liek melalui rubber game dengan skor 18-21, 21-14, dan 21-16 di Istora, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Oktober 2018. Dheva pun berhak lolos ke babak final.

“Kita tahu ungkapan sky is the limit, bukan hanya untuk kita yang non-disabilitas, tapi juga bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujar Mensos Agus.

“Dheva dengan mental baja dan strategi yang tepat, dia sabar sekali, sehingga bisa membalikkan keadaan. Dia tidak terburu-buru, sampai musuhnya membuat kesalahan,” ujar Mensos Agus menambahkan.
 

Pantauan Medcom.id di lokasi, Mensos Agus sangat antusias menyaksikan pertandingan tersebut. Dia larut dalam kemeriahan suporter. Tampak sesekali Mensos Agus bangkit dari kursinya untuk memberikan tepuk tangan setiap kali Dheva mendapatkan poin.

Bahkan, raut muka tegang juga terlihat ketika Dheva membutuhkan satu poin lagi untuk mengakhiri pertandingan. “Sangat tegang karena temponya naik turun. Kadang Malaysia bagus, kadang Dheva bagus. Membuat kita terbawa emosi,” tuturnya.

 

Dukungan Kemensos untuk Atlet Disabilitas

Atlet Indonesia telah berjuang keras untuk meraih medali emas sebanyak mungkin hingga berhasil melampaui target. Hingga saat ini, Indonesia mengumpulkan 30 emas.


 
Hal ini membuat Kemensos memberikan dukungan penuh kepada para atlet berprestasi agar segera dikukuhan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mensos Agus berencana segera mengkoordinasikan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Kami koordinasikan dengan Kemenpan RB, mendorong mereka yang berprestasi agar bisa diberikan semacam ‘jalan tol’ untuk dikukuhan sebagai PNS. Kalau tidak ada, Kemensos siap menampung, dengan catatan ada persetujuan dari Kemenpan RB,” katanya.

(ROS)

Para Bulu Tangkis Sumbang Emas lewat Ganda Putri

Ganda Putri para bulu tangkis Indonesia Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah berhasil memenangkan medali emas (Foto: medcom.id/Rendy Renuki)

Jakarta: Cabang olahraga para bulu tangkis kembali menyumbang medali emas. Kali ini, emas disumbangkan lewat nomor ganda putri klasifikasi SL 3/SU 5 lewat pasangan Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah, Jumat 12 Oktober.

Mereka meraih emas setelah mengalahkan pasangan Tiongkok Hefang Cheng/Huihui Ma di Istora Senayan Jakarta. Leani/Khalimatus menang dua game langsung di partai final dengan skor 21-15 dan 21-12.

Meski sempat kalah di final tunggal putri oleh Hefang, tak membuat permainan Leani kendur. Ia mampu membimbing juniornya tampil agresif sejak awal game pertama.

Baca: Tim Para Catur Indonesia Kembali Pesta Medali Emas

Terbukti, mereka mampu mengungguli pasangan Tiongkok hingga interval dengan skor 11-8. Konsistensi permainan yang terus terjaga membuat mereka mampu merebut kemenangan game pertama 21-15.

Game kedua pun kembali didominasi oleh pasangan Indonesia. Leani/Khalimatus bahkan sempat unggul jauh dan menutup interval dengan keunggulan 11-6.

Dukungan penuh penonton yang memadati tribun Istora menambah semangat juang mereka di lapangan. Alhasil, Leani/Khalimatus berhasil mengunci medali emas setelah di game kedua mereka kembali menang 21-12.

Video: Jokowi Serahkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games Besok

(PAT)

Para Bulu Tangkis Beregu Sumbang Emas Pertama Indonesia

Jakarta: Tim para bulu tangkis beregu putra berhasil menyumbang medali emas pertama bagi Indonesia di Asian Para Games 2018. Emas tersebut dipastikan setelah Indonesia meraih kemenangan dari Malaysia di partai final, Minggu 7 Oktober.

Tim para bulu tangkis beregu Indonesia menang dengan skor 2-1 pada pertandingan di Istora Senaya, Jakarta. Kemenangan berhasil dipersembahkan dua tunggal putra Fredy Setiawan dan Dheva Anrimusthi.

Fredy dan Dheva mempersembahkan kemenangan di partai pertama dan terakhir. Meski pada partai kedua ganda putra Hary Susanto/Hafizh Briliansyah takluk oleh pasangan Malaysia Leik Hou Cheah/Hairul Fozi Saaba.

Fredy meraih kemenangan dua game langsung dari Muhammad Norhilmie Zainudin dengan skor 21-6 dan 21-12. Membuat Indonesia berhasil membuka keunggulan 1-0 dari Malaysia di awal pertandingan.

Baca juga: Bintang Laga: Ni Nengah Widiasih ‘The Superwoman’

Sayang, kemenangan Indonesia terhambat usai pasangan Hary/Hafizh secara mengejutkan dikalahkan wakil Malaysia. Mereka bahkan takluk dua game langsung dengan skor 10-21 dan 17-21 dari Cheah/Hairul.

Beruntung Indonesia masih memiliki Dheva yang menjadi salah satu andalan di tunggal putra. Meski baru kali ini memainkan pertandingan sejak babak pertama Sabtu lalu, Dheva mampu tampil apik dan menang 21-6 dan 21-12 dari Mohammad Faris Ahmad Azri.

Kemenangan ini membuat Indonesia memastikan diri merebut medali emas pertama Asian Para Games 2018 dari cabor bulu tangkis. Pengalungan medali dilakukan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Osman Sapta Odang, Menpora Imam Nahrawi, dan CdM Asian Para Games 2018 Arminsyah.

Video: Tim Bola Voli Duduk Putri Indonesia Kalahkan Mongolia

(REN)

Ganda Campuran Indonesia Juarai Chinese Taipei Open

Taipei City: Alfian Eko Prasetya dan Marsheilla Gischa Islami memastikan diri sebagai juara ganda campuran Chinese Taipei Open 2018 setelah mengalahkan wakil tuan rumah Po Hsuan Yang dan Ti Jung Wu dua game langsung 15-21 dan 11-21. Ini menjadi gelar perdana pasangan tersebut.

Pertandingan berlangsung ketat di game pertama. Kedua pasangan salip-menyalip angka. Namun Alfian/Marsheilla mampu unggul pada interval 9-11. 

Setelah interval, permainan Alfian/Marsheilla semakin membaik. Mereka bahkan sempat unggul 13-17 atas Yang/Wu sebelum memastikan game 1 menjadi milik mereka dengan skor 15-21.

Baca juga: Para Bulu Tangkis Beregu Putra Indonesia Tembus Final

Di game kedua Alfian/Marsheilla langsung tancap gas dan unggul 0-4 atas Yang/Wu di awal game. Alfian/Marsheilla akhirnya mengakhiri interval game kedua dengan keunggulan 8-11.

Selepas interval, Alfian/Marsheilla mampu mempertahankan level permainan mereka dan sempat unggul 10-20. Mereka akhirnya memastikan diri sebagai juara setelah mengakhiri game kedua dengan skor 11-21.

Video: Menpora Apresiasi Dukungan Masyarakat untuk Asian Para Games

Para Bulu Tangkis Beregu Indonesia Optimistis Atasi Malaysia di Final

Ganda putra para bulu tangkis Indonesia, Hary Susanto (kanan) dan Hafizh Briliansyah Prawiranegara (Medcom.id/Rendy Renuki)

Jakarta: Tim para bulu tangkis beregu Indonesia akan menjalani final ideal di Asian Para Games 2018 melawan Malaysia, Minggu 7 Oktober. Tim para bulu tangkis Indonesia pun optimistis bisa mengatasi Malaysia demi merebut medali emas pertama kontingen Indonesia.

Salah satunya seperti yang diungkapkan ganda putra Hary Susanto/Hafizh Briliansyah. Mereka cukup percaya diri bisa merealisasikan target medali emas yang diusung Komite Paralimpiade Nasional (NPC) dan pemerintah.

Apalagi, jika mengacu hasil pertemuan pertandingan sebelumnya Hary/Hafizh mampu mengatasi perlawanan Malaysia. Meski diakui keduanya harus tetap waspada karena peringkat Malaysia lebih tinggi dari Thailand yang mereka kalahkan di semifinal tadi.

Baca juga: Para Bulu Tangkis Beregu Putra Indonesia Tembus Final

“Di final kita ketemu Malaysia, mereka berada di atas Thailand dan kita harus lebih siap. Kita berdua sih kebetulan waktu 2006 pernah ketemu dan kita menang melawan Malaysia,” ungkap Hary Susanto. 

“Kita optimistis dan yakin kita bisa menang. Kita sudah siap lah menghadapi Malaysia, semoga dikasih jalan sama Tuhan,” sambung Hafizh.

Keduanya pun menuturkan akan menerapkan strategi bermain aman di partai final ini. Pasalnya, mereka harus menghemat tenaga, karena final beregu ini langsung digelar setelah babak semifinal.

“Strategi kita main lebih safe, karena untuk menghemat tenaga dan kondisi angin kemarin berbeda dengan sekarang. Kita harus bisa lebih cepat antisipasi arah angin,” pungkas Hafizh.

Indonesia memastikan tiket ke final para bulu tangkis setelah mengandaskan perlawanan Thailand dengan skor 2-0. Sementara satu tiket lainnya diraih Malaysia yang mengalahkan India dengan skor 2-1.

Video: Venue GBK Dirancang Ramah Difabel

(REN)

Para Bulu Tangkis Beregu Putra Indonesia Tembus Final

Jakarta: Tim para bulu tangkis beregu putra Indonesia berhasil menembus partai final di Asian Para Games 2018. Hasil itu diraih Indonesia usai mengalahkan Thailand dengan skor 2-0 pada babak semifinal di Istora Senayan, Jakarta, Minggu 7 Oktober.

Partai pertama para beregu putra Indonesia diwakili oleh Fredy Setiawan. Pebulu tangkis tunggal putra tersebut mampu mengalahkan wakil Thailand Chawarat Kittichokwattana.

Namun, kemenangan Fredy yang menyandang disabilitas di kakinya tak semudah seperti yang didapatkannya kemarin. Kali ini ia harus bermain hingga tiga game dengan Chawarat demi membuka keunggulan Indonesia.

Baca juga: Kebanggaan Pengisi Acara Upacara Pembukaan Asian Para Games 2018

Fredy sempat mengamankan kemenangan di game pertama dengan skor 21-13. Namun ia sempat dikalahkan Chawarat 16-21 di game kedua, sebelum memastikan kemenangan di game penentu dengan skor 21-13.

Keberhasilan Indonesia melaju ke final dipastikan oleh pasangan Hary Susanto/Hafizh Briliansyah Prawiranegara. Mereka mampu mengatasi perlawanan pasangan Thailand Watcharapon Chokhutaikul/Siripong Teamaroom.

Menjadi unggulan pertama di turnamen ini, Hary/Hafizh tanpa kesulitan mengatasi perlawanan pasangan Thailand. Mereka mampu meraih kemenangan telah 21-8 di game pertama dan memastikan langkah Indonesia ke final dengan kemenangan 21-17 di game kedua.

Keunggulan 2-0 Indonesia atas Thailand membuat partai ketiga yang diwakili Suryo Nugroho tidak dimainkan. Jika mengacu di jadwal, Suryo akan menghadapi tunggal putra Thailand Pricha Somsiri.

Di partai final, Indonesia dipastikan akan bertemu musuh bebuyutan yang menjadi unggulan kedua, Malaysia. Tim para bulu tangkis beregu putra Malaysia melaju ke final setelah mengalahkan India dengan skor 2-1.

Video: Menpora Apresiasi Dukungan Masyarakat untuk Asian Para Games

(REN)

Ganda Campuran Tuan Rumah Tantang Wakil Indonesia di Final

Taipei City: Ganda campuran tuan rumah, Yang Po Hsuan/Wu Ti Jung memastikan diri ke final ganda campuran Chinese Taipei Open setelah menumbangkan wakil Amerika Serikat, Chen Tang Jie/Peck Yen Wei dengan rubber game 12-21, 21-18, dan 21-12.

Chen/Peck mengawali game pertama dengan baik. Mereka mengakhiri interval dengan keunggulan 7-11. Keperkasaan Chen/Peck berlanjut setelah interval. Pasangan AS itu akhirnya mencuri game pertama dengan keunggulan 12-21.

Di game kedua, Yang/Wu mengambil alih inisiatif serangan dan sempat unggul pada interval dengan skor 11-7. Meskipun begitu, Chen/Peck menolak melempar handuk dan sempat menyamakan kedudukan 18-18. Namun berkat dukungan suporter tuan rumah, Yang/Wu berhasil memaksakan rubber game setelah menang dengan skor 21-18.

Di game ketiga Chen/Peck seolah kehabisan bahan bakar. Mereka tertinggal jauh di interval dari Yang/Wu dengan skor 11-3. Yang/Wu yang mendapat momentum enggan melepaskannya begitu saja dan terus menggempur pertahanan Chen/Peck hingga akhirnya memenangkan rubber game dengan skor akhir 21-12.

Di final, Yang/Wu sudah ditunggu pasangan Indonesia, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami yang lebih dulu memastikan tempatnya di final Chinese Taipei Open 2018 setelah membekuk rekan senegara mereka, Ronald/Annisa Saufika, dua game langsung 16-21 dan 16-21.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai

Menangi Perang Saudara, Alfian/Marsheilla Pastikan Tiket ke Final Chinese Taipei Open

Taipei City: Alfian Eko Prasetya dan Marsheilla Gischa Islami berhasil melaju ke final ganda campuran Chinese Taipei Open 2018 setelah menundukkan rekan-rekan senegara mereka, Ronald dan Annisa Saufika. Alfian/Marsheilla menang dua game langsung atas Ronald/Annisa 16-21 dan 16-21.

Alfian/Marsheilla langsung tancap gas sejak awal game. Mereka sudah unggul jauh di game pertama 2-6. Pada interval, mereka semakin tidak terbendung dan unggul 6-11.

Selepas interval, Alfian/Marsheilla semakin tak terbendung dan sempat unggul 14-19 atas Ronald/Annisa. Alfian/Marsheilla akhirnya memastikan keunggulan mereka di game pertama dengan skor 16-21.

Baca juga: Anak Kecil Diimbau tak Datang ke Stadion Kanjuruhan

Di game kedua Ronald/Annisa masih kesulitan membendung rekan senegara mereka dan tertinggal 5-9. Meskipun begitu mereka memberikan perlawanan gigih dan berhasil membalikkan keadaan pada interval dengan skor 11-10.

Namun keunggulan Ronald/Annisa tidak bertahan lama. Alfian/Marsheilla kembali unggul selepas interval dengan skor 16-18. Alfian/Marsheilla akhirnya memastikan diri ke final setelah menang 16-21.

Dengan kemenangan ini, Alfian/Marsheilla memastikan Indonesia memiliki wakil di final ganda campuran Chinese Taipei Open 2018. Mereka akan menghadapi pemenang antara wakil tuan rumah, Yang Po Hsuan/Wu Ti Jung dan Chen Tang Jie/Peck Yen Wei dari Amerika Serikat.

Video: Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas

Agatha/Fadia Melaju ke Prempat Final Chinese Taipei Open

Taipei City: Ganda putri Indonesia Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil lolos ke babak prempat final Chinese Taipei Open 2018. Kepastian itu mereka dapat setelah mengandaskan perlawanan rekan senegaranya Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco dua game langsung 21-17 dan 21-19. 

Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti tampil apik saat bersua Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco. Mereka benar-benar tak membuat rekan senegaranya itu berkembang. Alhasil, mereka menutup interval pertama dengan skor 11-9. 

Memasuki inerval kedua, Agatha/Fadia mendapat perlawanan dari Oktaviani/Arianti. Ganda putri Indonesia itu sempat memperkecil skor menjadi 12-15. 

Namun, Agatha/Fadia sukses meneruskan dominasi mereka hingga memastikan kemenangan di game pertama dengan skor 21-17. 

Di game kedua Agatha/Fadia mampu menjaga momentum. Meski Oktaviani/Arianti juga perlahan mulai bangkit, Agatha/Fadia  tetap mampu unggul 11-8 pada interval. 

Setelah interval Agatha/Fadia kembali tampil dominan. Merela akhirnya menyudahi perlawanan Oktaviani/Arianti di game kedua dengan skor 21-19. 

Pada babak delan besar Agatha/Fadia akan berjumpa ganda putri Jepang Naoko Fukuman/Kurumi Yonao. 

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai
 

Febri/Ribka Angkat Koper dari Chinese Taipei Open

Taipei City: Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto harus tersungkur di babak 16 besar Chinese Taipei Open 2018. Mereka tidak kuasa menahan kehebatan pasangan Jepang, Akane Araki/Riko Imai dua game langsung 11-21 dan 16-21. 

Febri/Ribka memulai laga dengan baik. Mereka bahkan sempat mengimbangi permainan pasangan Jepang 6-6. Namun di interval Febri/Ribka tertinggal 8-11 dari Araki/Imai.

Setelah interval, permainan Febri/Ribka semakin menurun. Mereka bahkan sempat tertinggal 10-20 sebelum akhirnya takluk dengan skor 11-21.

Baca juga: Fitriani Tanpa Hambatan di Chinese Taipei Open

Di game kedua Febri/Ribka mampu mengimbangi permainan Araki/Imai di awal pertandingan. Namun, Febri/Ribka tertinggal dari Araki/Imai pada interval dengan skor 7-11.

Setelah jeda interval Araki/Imai semakin tak terbendung. Mereka sempat unggul 7-15 atas Febri/Ribka. Febri/Ribka akhirnya harus terjungkal di game kedua 16-21.

Ganda Putri Indonesia tinggal menyisakan tiga pasangan di Chinese Taipei Open. Dua di antaranya, Agatha Imanuela/Siti Fadila Silva Ramadhanti dan Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco, akan berhadapan di babak 16 besar. Satu pasangan lainnya, Pitha Hanintyas Mentari/Rosyita Eka Putri Sari, akan menghadapi pasangan Jepang lainnya, Naoko Fukuman/Kurumi Yonao di babak yang sama.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai

(ACF)

Firman Kandas dari Tunggal Putra Denmark

Taipei City: Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Firman Abdul Kholik, terhenti pada babak 16 besar Chinese Taipei Open 2018. Ia dikalahkan wakil Denmark, Jan O Jorgensen, pada Kamis 4 Oktober hari ini.

Firman takluk lewat dua game langsung dengan skor 21-16 dan 21-13. Hanya butuh waktu 35 menit bagi Jorgensen untuk mengalahkan wakil Indonesia rangking 61 dunia tersebut.

Jorgensen, yang merupakan unggulan kelima turnamen ini, sebelumnya sempat bertemu dengan Firman di Piala Sudirman 2015. Saat itu, Firman juga takluk lewat straight game.

Baca: Daftar Wakil Indonesia di Hong Kong Open

Firman sendiri menjadi wakil Indonesia pertama yang bermain di tunggal putra hari ini. Berikutnya, Merah Putih masih menyisakan Chico Aura Dwi Wardoyo di nomor tunggal putra.

Chico akan berhadapan dengan wakil Malaysia, Lee Zii Jia. Ini akan jadi peretemuan keempat bagi keduanya. Pertemuan terakhir di Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Dunia, 11 Desember 2016 lalu, Chico meraih kemenangan atas Jia.

(ACF)

Daftar Wakil Indonesia di Hong Kong Open

Jakarta: Indonesia akan berpartisipasi dalam turnamen Hong Kong Open 500 yang diselenggarakan pada 13 November hingga 18 November mendatang. Untuk membuktikan keseriusannya, Indonesia pun mengirimkan wakil terbaiknya ke ajang tersebut.

Peraih medali emas Asian Games 2018 di nomor tunggal putra, Jonathan Christie, akan ikut ambil bagian di Hong Kong Open. Pun demikian dengan Juara China Open 2018, Anthony Sinisuka Ginting dan finalis Korea Open 2018, Tommy Sugiarto.

Di sektor ganda putra, Indonesia juga akan menurunkan pasangan terbaik dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan finalis Asian Games 2018, Fajar Alfian/Muhammad Rian.

Baca juga: Fitriani Tanpa Hambatan di Chinese Taipei Open

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu akan berpartisipasi di nomor ganda putri Hong Kong Open. Begitu juga halnya dengan Della Destiara Haris dan Rizki Amelia Pradipta.

Yang menarik, di sektor ganda campuran, Tontowi Ahmad untuk kali pertama tidak akan berpasangan dengan Liliyana Natsir. Di turnamen kali ini, posisi Butet sebagai tandem Owi akan digantikan Della Destiara Haris.

Adapun, Praveen Jordan akan kembali berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti.

Daftar lengkap pebulu tangkis Indonesia di Hong Kong Open: 

Tunggal Putra: Jonathan Christie, Anthony Ginting, Ihsan Maulana Mustofa, Kho Henrikho Wibowo, Tommy Sugiarto, Andre Marteen.

Tunggal Putri: Dinar Dyah Ayustine, Ruselli Hartawan, Lyanny Alessandra Mainaky, Yulia Yosephin Susanto.

Ganda Putra: Marcus Gideon/Kevin Sanjaya, Fajar Alfian/Muhammad Rian, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Berry Angriawan/Hardianto, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso.

Ganda Putri: Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Della Haris/Rizki Amelia, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Ganda Campuran: Tontowi Ahmad/Della Haris, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Oktavianti, Ronald/Annisa Saufika.

Video: Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas

(ACF)

Tiga Wakil Indonesia di Ganda Campuran ke Perempat Final

Taipei City: Indonesia memastikan tiga wakilnya di ganda campuran China Taipei Open 2018 pada Kamis 4 Oktober hari ini. Hanya pasangan Akbar Bintang Cahyono/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang gagal melangkah ke babak tersebut.

Ganda campuran yang bermain duluan adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Rinov/Pitha mengalahkan wakil tuan rumah, Lu Chen/Ye Hong Wei, lewat dua pertadingan dengan skor 21-14 dan 21-18.

Setelah itu, giliran pasangan Ronald/Annisa Saufika yang lagi-lagi menggulung wakil Taiwan, Chang Ko-Chi/Cheng Chi Ya. Dalam 34 menit, Ronald/Annisa menang dengan skor akhir 21-14 dan 21-19.

Baca: Ruselli Ditaklukkan Tunggal Putri Tuan Rumah

Sayang, wakil Indonesia setelahnya yaitu Akbar/Siti gagal menyusul rekan-rekannya usai kandas dari ganda campuran Jepang, Kohei Gondo/Ayane Kurihara. Ganda campuran unggulan ketujuh tersebut mengalahkan Akbar/Siti lewat dua pertandingan dengan skor 21-13 dan 21-19.

Pasangan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami menjadi wakil Indonesia terakhir di ganda campuran hari ini. Alfian/Marsheilla menutupnya dengan kemenangan dua pertandingan atas wakil Taiwan, Lin Yong Sheng/Yang Po Han. Skornya adalah 21-18 dan 21-15.

Indonesia sebelumnya sudah meloloskan satu wakil dari nomor ganda putri. Ia adalah Fitriani yang sukses mengalahkan wakil Malaysia, Crystal Pan, untuk mencapai babak perempat final.

Fitriani Tanpa Hambatan di Chinese Taipei Open

Taipei City: Wakil tunggal putri Indonesia, Fitriani, berhasil lolos ke babak perempat final Chinese Taipei Open 2018 setelah mengandaskan perlawanan wakil Amerika Serikat, Crystal Pan, dua game langsung 21-8 dan 21-16. Fitriani hanya memerlukan 29 menit untuk memastikan tiket ke babak perempat final.

Fitriani langsung tancap gas sejak awal permainan. Ia langsung unggul jauh 10-4 dan mengakhiri interval dengan keunggulan 11-7.

Setelah interval, Fitriani terus mendominasi permainan dan membuat Pan tidak berdaya. Fitriani bahkan sempat unggul 20-7. Fitriani akhirnya memastikan kemenangan di game pertama dengan skor telak 21-8.

Baca juga: Menpora Tetap Optimis Meski Atlet Indonesia tak Lolos Klasifikasi

Di game kedua Fitriani mampu menjaga momentum. Meski Pan juga perlahan mulai bangkit, Fitriani tetap mampu unggul 11-7 pada interval. 

Setelah interval Fitriani kembali tampil dominan dan sempat unggul 18-13. Fitriani akhirnya menyudahi perlawanan Pan di game kedua dengan skor 21-16.

Di babak delapan besar, Fitriani akan menghadapi wakil Denmark, Line Hojmark Kjaersfeldt. Kjaersfeldt sukses membungkam wakil tuan rumah, Lin Ying Chun, dua game langsung 21-10 dan 21-6.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai

Ruselli Ditaklukkan Tunggal Putri Tuan Rumah

Taipei City: Tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan, menjadi wakil pertama yang kandas pada China Taipei Open 2018, Kamis 4 Oktober hari ini. Ia kalah dari pebulutangkis Taiwan, Pai Yu Po, lewat tiga pertandingan.

Butuh waktu satu jam tiga menit bagi Pai untuk menyingkirkan Ruselli dari babak 16 besar in. Meski Ruselli sempat menang di pertandingan pertama 17-21, ia harus kandas di dua laga berikutnya dengan skor 21-19 dan 21-17.

Ini merupakan pertemuan ketiga bagi Pai dan Ruselli. Sebelumnya, Pai meraih dua kemenangan atas Ruselli di Makau Open 2017 dan Singapore Open.

Baca: Jadwal 12 Wakil Indonesia di Chinese Taipei Open 2018 Hari Ini

Pai yang kini menduduki urutan 30 dunia merupakan unggulan keempat tunggal putri China Taipei Open 2018. Sementara Ruselli saat ini di rangking 71 dunia.

Indonesia masih punya satu wakil di babak 16 besar tunggal putri. Ia adalah Fitriani, yang akan menghadapi pebulutangkis asal Malaysia, Crystal Pan.

Jadwal 12 Wakil Indonesia di Chinese Taipei Open 2018 Hari Ini

Taipei City: Kontingen Indonesia menyisakan 12 wakil di ajang Chinese Taipei Open 2018. Mereka akan melakoni babak kedua pada hari ini, Kamis 4 Oktober waktu setempat.

Berdasarkan jadwal yang dirilis, tunggal putri Ruselli Hartawan akan bersua wakil tuan rumah Pai Yu Po. Pada dua pertemuan terakhir, Po selalu mengungguli Ruselli.

Lalu, ada ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari berhadapan dengan wakil Chinese Taipei Tseng Min Hao/Hsieh Pei Shan. Rinov/Pitha lolos ke babak kedua setelah wakil Amerika Serikat Mathew Fogarty/Isabel Zhong walkover.

Di sektor tunggal putra, Firman Abdul Kholik langsung diadang jagoan Denmark, Jan O Jorgensen. Kedua pebulu tangkis baru bertemu sekali di ajang Sudirman Cup 2015. Kala itu, Jorgensen mengalahkan Firman.

Sementara itu, dual senegara tersaji di nomor ganda putri. Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco akan berhadapan dengan Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Baca: Menpora Tambah Anggaran Atlet di 2019

Berikut ini jadwal pertandingan wakil Indonesia pada babak kedua Chinese Taipei Open 2018:

Tunggal putri
Pai Yu Po (Chinese Taipei) v Ruselli Hartawan

Crystal Pan (Amerika Serikat) v Fitriani

Tunggal putra
Firman Abdul Kholik v Jan O Jorgensen (Denmark)

Lee Zii Jia (Malaysia) v Chico Aura Dwi Wardoyo

Ganda putri
Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto v Akane Araki/Riko Imai (Jepang)

Pitha Haningtyas Mentari/Rosyita Eka Putri Sari v Naoko Fukuman/Kurumi Yonao (Jepang)

Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco v Agatha Imanuela/Siti Fadila Silva Ramadhanti

Ganda campuran
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari v Tsen Min Hao/Hsieh Pei Shan (Chinese Taipei)

Ronald/Annisa Saufika v Chang Ko-Chi/Cheng Chi Ya (Chinese Taipei)

Akbar Bintang Cahyono/Siti Fadia Silva Ramadhanti v Kohei Gondo/Ayane Kurihara (Jepang)

Lin Yong Sheng/Li Zi Qing (Chinese Taipei) v Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami

Nb: Pertandingan dimulai pukul 11.00 WIB

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai

(ASM)

13 Klub Nasional & Internasional Siap Bersaing di Superliga Junior 2018

Jakarta: Kejuaraan bulu tangkis beregu Superliga Junior 2018 segera digelar di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah, pada 16 hingga 21 Oktober mendatang. Sebanyak 13 klub bulu tangkis nasional dan internasional siap bersaing memperebutkan empat piala bergengsi dari dua kategori usia.

Seperti tahun sebelumnya, Superliga Junior 2018 menggunakan format beregu Thomas Uber di dua kategori usia yakni U-17 dan U-19. Sistem ini akan mempertandingkan lima partai yang terdiri dari tiga tunggal dan dua ganda. Pada kategori U19, piala yang diperebutkan adalah Piala Liem Swie King untuk U-19 Putra dan Piala Susy Susanti untuk U-19 Putri.

Sementara, perubahan nama piala terjadi di kategori U-17. Bila pada tahun sebelumnya piala yang diperebutkan ialah Piala Superliga Junior, tahun ini peyelenggara mengabadikan nama Hariyanto Arbi sebagai piala untuk U-17 Putra dan Yuni Kartika untuk U-17 Putri.

Klik: Atlet, Relawan, Hingga Wartawan Dilindungi Asuransi saat Asian Para Games

Pemilihan dua nama legenda bulu tangkis tersebut, tak lepas dari dedikasi keduanya dalam mengharumkan nama bangsa melalui prestasi di level dunia. Yuni Kartika menjadi Juara Dunia Junior Piala Bimantara 1991 hingga menjadi juara Piala Uber 1994. Sementara Hariyanto Arbi, setelah meraih gelar Juara Dunia Junior Piala Bimantara 1989, ia juga membawa Indonesia menjuarai Piala Thomas pada tahun 1994, 1996, 1998 dan 2000.

Direktur Superliga Achmad Budiharto mengatakan, diselenggarakannya turnamen yang menggandeng Blibli.com ini akan menjadi ajang mengasah kemampuan para pebulu tangkis muda sebelum masuk ke level senior.

“Superliga Junior dapat dijadikan ajang uji coba para atlet untuk bertanding secara beregu. Diharapkan nantinya para atlet sudah terbiasa bertanding secara beregu yang membutuhkan mental yang kuat, kekompakan, kerjasama dan soliditas,” ujar Achmad Budiharto.

Tak hanya diikuti klub nasional, Superliga Junior 2018 juga melibatkan para pebulu tangkis muda dari kawasan Asia. Di kategori U-19, klub-klub yang akan menurunkan atlet-atlet muda terbaiknya ialah PB Djarum, Mutiara Cardinal, Exist Badminton Club, Jaya Raya, FIFA Sidoarjo, Keelung High School (Taiwan), Granular (Thailand), SCG (Thailand) dan Badminton Association of India (India).

Sementara pada kategori U-17, terdapat delapan klub yang akan bertanding yaitu PB Djarum, Mutiara Cardinal, Exist Badminton Club, Jaya Raya, Sarwendah Badminton Club, Daihatsu Candra Wijaya Badminton Club, SGS PLN, dan Suryanaga Wima.

Ketua Umum PP PBSI Wiranto menyambut baik diselenggarakannya Superliga Junior 2018 yang akan menjadi ajang mengasah mental para pebulu tangkis muda Indonesia. Mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi tidak hanya berasal dari negeri sendiri, tapi juga dari mancanegara.

“Turnamen Superliga Junior 2018 akan memberikan pengalaman yang berharga bagi pebulu tangkis muda, karena mereka memiliki kesempatan untuk bertanding melawan pebulu tangkis lain dari mancanegara. Ini penting untuk membentuk mental dan karakter mereka baik saat bertanding nanti, maupun bekal ketika di level senior kelak. Sehingga kejuaraan-kejuaraan seperti ini diharapkan bisa menjadi ajang regenerasi pebulu tangkis Indonesia,” tutur Wiranto.

Superliga Junior 2018 menjanjikan total hadiah sebesar Rp265 juta. Di kategori U-19 yang memperebutkan Piala Liem Swie King dan Piala Susy Susanti, masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah sebagai Juara satu Rp100 juta, Juara dua Rp50 juta, dan Juara tiga bersama Rp25 juta. Sedangkan di U-17 yang memperebutkan Piala Hariyanto Arbi dan Piala Yuni Kartika akan mendapatkan hadiah sebagai Juara satu Rp50 juta, Juara dua Rp25 juta, dan Juara tiga bersama Rp15 juta untuk masing-masing kategori.

(REN)

Susy Susanti: Konsistensi Atlet Bulu Tangkis Meningkat

Jakarta: Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengklaim konsistensi permainan atlet-atletnya lebih baik sejak 2017 dengan jumlah koleksi gelar yang telah dicapai hingga September 2018.

“Pada 2017, kami telah mengoleksi 38 gelar juara hingga akhir tahun. Sejak awal 2018 hingga Asian Games, kami sudah mendapatkan total 38 gelar dengan sisa tiga bulan terakhir,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti.

Susy berharap peningkatan konsistensi gelar terus muncul pada semua sektor. “Sebelumnya, mungkin kita hanya mengandalkan ganda campuran, lalu ganda putra, sekarang mulai tunggal putra,” ujarnya.

Pada sektor tunggal putri, Susy mengatakan, telah lahir juara dunia junior sehingga butuh waktu juara pada tingkatan senior dalam kejuaraan-kejuaraan internasional.

Klik di sini: Australia Jegal Langkah Indonesia ke Piala Dunia

“Kami menargetkan satu gelar di Denmark karena persaingan sangat ketat. Kami mencari aman maka dengan satu target gelar,” kata Susy tentang target gelar juara dari Indonesia pada turnamen Denmark Terbuka 2018.

PBSI, lanjut Susy, akan tetap realistis dalam menetapkan target juara dalam setiap turnamen internasional. Namun, PBSI sebagaimana negara-negara lain juga tidak berani menetapkan tiga gelar dalam turnamen puncak premier of premier sebagai turnamen penutup seri.

“Jika Indonesia Terbuka, kami berani dua gelar karena kami berada di kandang sendiri dan lawan-lawan yang hadir tidak banyak,” katanya.

“Momentum Asian Games membawa satu perubahan yang sangat besar tidak hanya semangat melainkan juga kepercayaan semua atlet, khususnya pemain muda,” katanya.

Video: Persija-Persib Dukung Penghentian Sementara Liga 1
 

(ACF)

Daftar Juara Korea Open 2018

Juara tunggal putra Korea Open 2018, Chou Tien Chen. (Foto: AFP/Ed Jones)

Seoul: Kontingen Indonesia belum mampu meraih juara di ajang Korea Open 2018. Satu-satunya wakil yang lolos ke final, Tommy Sugiarto harus takluk dari wakil Chinese Taipei, Chou Tien Chen.

Tommy yang mengalahkan Jonatan Christie pada babak semifinal tampil antiklimaks. Tommy menyerah lewat dua game langsung 21-13 21-16. Kekalahan Tommy membuat rekor pertemuan menjadi 4-5 untuk keunggulan Chou.

Sementara pada nomor pertandingan lainnya, Jepang mendominasi. Mereka berhasil menggondol tiga gelar pada nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda putra.

Sedangkan pada nomor ganda campuran, unggulan Tiongkok He Jiting/Du Yue mengalahkan wakil Denmark Mathias Christiansen/Christinna Pedersen.

Baca: Tommy Sugiarto Antiklimaks di Final Korea Open

Berikut ini daftar peraih juara di ajang Korea Open 2018:

Tunggal Putra:
Chou Tien Chen (Chinese Taipei) v Tommy Sugiarto 21-13 21-16

Tunggal Putri:
Nozomi Okuhara (Jepang) v Zhang Beiwen (Malaysia) 21-10 17-21 21-16

Ganda Putra:
Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) v Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) 9-21 21-15 21-10

Ganda Putri:
Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) v Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang) 21-11 21-18

Ganda Campuran:
He Jiting/Du Yue (Tiongkok) v Mathias Christiansen/Christinna Pedersen (Denmark) 21-18 21-16

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai

(ASM)

Tommy Sugiarto Antiklimaks di Final Korea Open

Jakarta: Tommy Sugiarto tampil antiklimaks di final Korea Open 2018 usai takluk dari Chou Tien Chen, Minggu 30 September. Wakil tunggal putra Indonesia itu takluk dua game langsung dari pebulu tangkis Taiwan dengan 13-21 dan 16-21.

Bertanding di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan, penampilan Tommy jauh menurun ketimbang sebelumnya. Padahal, pebulu tangkis 30 tahun itu bermain gemilang di semifinal saat mengalahkan Jonatan Christie dengan kemenangan dua game langsung 21-13 dan 22-20.

Sayang, ia tak mampu tampil konsisten melawan Chen yang lolos ke final usai mengalahkan Anthony Ginting. Meski sempat unggul 8-5 di game pertama, Tommy harus tertinggal 8-11 di interval oleh Chen.

Klik: Atlet dan Ofisial Paralayang Masih Hilang Akibat Gempa Palu

Usai jeda, penampilan Tommy terus menurun sehingga lawan mampu menambah delapan poin beruntun. Tommy sempat mengejar saat tertinggal 10-20, namun ia hanya mampu menambah tiga poin saja sebelum ditutup keunggulan Chen dengan 13-21.

Penampilan Tommy di game kedua kembali mampu diantisipasi oleh sang lawan. Sempat menyamakan kedudukan 8-8, Tommy harus tertinggal 8-11 di interval game kedua.

Alhasil, Chen terus menekan Tommy di sisa pertandingan dengan skor 9-13 dan 14-18. Upaya Tommy mengejar ketinggalan pun kandas setelah Chen mampu menyudahi perlawanan dengan skor 16-21 dari Tommy.

Kemenangan Chen tersebut membuat rekok pertemuan kini dipegang olehnya dengan agregat 5-4.Padahal sebelumnya Tommy mampu menyamakan agregat 4-4 setelah mengalahkan Chen di Indonesia Open 2018 lalu.

(REN)

Tommy Sugiarto Tembus Final Korea Open

Tommy Sugiarto (Dok. PBSI)

Jakarta: Tommy Sugiarto menjadi satu-satunya pebulu tangkis Indonesia yang berhasil menapaki final turnamen Korea Open 2018. Wakil tunggal putra itu menembus final usai memenangi “perang saudara” melawan Jonatan Christie, Sabtu 29 September.

Tommy mengalahkan Jonatan para pertarungan babak semifinal di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan. Ia mampu menumbangkan Jojo–sapaan Jonatan–dengan pertarungan dua game langsung dengan skor 21-13 dan 22-20.

Pada game pertama, Jonatan yang meraih medali emas Asian Games 2018 lalu sempat menguasai pertandingan. Ia mampu mengungguli Tommy hingga interval game pertama dengan skor 11-8.

Klik: Obor Asian Para Games 2018 Siap Diarak di Jakarta

Namun, sang senior tidak tinggal diam selepas break interval pertama. Ia mampu membalikkan keadaan dengan mengejar poin Jonatan dan menyamakan kedudukan menjadi 12-12.

Dominasi Tommy kian berlanjut setelah ia mampu mencuri tujuh poin beruntun dari Jonatan dan membuat skor menjadi 19-12. Jonatan sempat memberikan perlawanan, namun ritme permainan yang dipertahankan Tommy membuatnya menang 21-13.

Situasi di game pertama kembali terulang di game kedua setelah Jojo berhasil mengamankan interval dengan skor 11-6. Namun, Tommy perlahan mampu mengejar poin meski sudah tertinggal jauh oleh juniornya.

Pebulu tangkis 30 tahun itu kembali mampu menyamai poin Jojo dengan skor 16-16. Kesabaran tampaknya menjadi kunci Tommy pada laga ini yang membuat Jojo kembali harus mengakui keunggulan seniornya yang menutup game kedua dengan skor 22-20.

Hasil ini membuat rekor pertemuan kini dipegang Tommy dengan agregat 2-1. Sebelumnya, kedua wakil Pelatnas PBSI ini sama-sama mengantoni kemenangan, dimana Tommy menang di Indonesia Masters 2015 dan dibalas Jonatan di New Zealand Open 2018. 

Tommy selanjutnya akan menghadapi Chou Tien Chen di partai final tunggal putra Korea Open 2018. Sang lawan yang asal Taiwan itu melaju ke final usai mengalahkan Kenta Nishimoto asal Jepang dengan skor 19-21, 21-18, dan 21-14.

(REN)

Tersingkir, Anthony Ginting Gagal Ciptakan All Indonesian Final

Seoul: Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, gagal melanjutkan tren juara usai tersingkir di perempat final Korea Open 2018. Ia dikalahkan musuh klasiknya dari Taiwan, Chou Tien Chen, pada Jumat 28 September.

Chen mengalahkan Anthony lewat straight game dengan skor yang cukup terpaut jauh, 13-21 dan 11-21. Hanya butuh 39 menit bagi Chen mengalahkan Juara China Open 2018 tersebut.

Anthony dan Chen sudah saling mengalahkan dalam tiga laga terakhir. Chen sempat mengalahkan Anthony pada semifinal tunggal putra Asian Games 2018. Lalu, Anthony membalasnya pada semifinal putra China Open 2018.

Baca: Anggia/Ni Ketut Kalah, Indonesia Tanpa Wakil di Ganda Putri

Anthony menjadi wakil Indonesia terakhir yang berlaga di Korea Open 2018 hari ini. Kekalahannya membuat Merah Putih tinggal menyisakan Tommy Sugiarto dan Jonatan Christie.

Kekalahan Anthony sekaligus memupuskan harapan terciptanya duel sesama Indonesia di babak final atau biasa disebut All Indonesian Final.

Pasalnya, Tommy dan Jojo akan melakoni ‘perang saudara’ pada semifinal nomor tunggal putra, Sabtu 29 September besok. Dengan demikian, Indonesia hanya bisa berharap pada Jojo atau Tommy untuk bisa meraih gelar juara di Korea Open 2018.

(ACF)

Anggia/Ni Ketut Kalah, Indonesia Tanpa Wakil di Ganda Putri

Seoul: Ganda putri Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, harus kandas pada perempat final Korea Open 2018. Mereka ditaklukkan wakil Jepang, Naoko Fukuman/Kurumi Yonao.

Anggia/Ni Ketut ditaklukkan lewat tiga game dengan skor 19-21, 21-14, dan 21-12. Butuh waktu satu jam 13 menit bagi Fukuman/Yonao untuk menyingkirkan mereka dari nomor ganda putri.

Ini merupakan pertemuan kedua Anggia/Ni Ketut dan Fukuman/Yonao. Sebelumnya, mereka pernah bersua di Denmark Open 2017 pada Oktober tahun lalu dan Anggia/Ni Ketut meraih kemenangan lewat straight game saat itu.

Baca: Langkah Hafiz/Gloria Terhenti di Perempat Final Korea Open 2018

Anggia/Ni Ketut gagal menjadi harapan terakhir Indonesia di ganda putri. Sebelumnya, pasangan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta harus gugur di babak 16 besar dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu mundur menyusul cedera Apriyani.

Kini Indonesia menyisakan wakilnya hanya di nomor tunggal putra. Satu tempat di final sudah dipastikan menyusul Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto yang bertemu di semifinal, dan Anthony Sinisuka Ginting melawan wakil Taiwan, Chou Tien Chen, untuk tiket semifinal.

(ACF)

Langkah Hafiz/Gloria Terhenti di Perempat Final Korea Open 2018

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. (Foto: ANTARA FOTO/Humas PBSI)

Seoul: Wakil Indonesia pada Korea Open 2018 nomor ganda campuran tak bersisa. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja kandas di perempat final oleh pasangan campuran Tiongkok, He Jiting/Du Yue dua game langsung 14-21 dan 10-21.

Pada awalnya, Hafiz/Gloria sebetulnya mampu mengimbangi perwakilan Jiting/Yue. Namun, selepas interval game pertama, mereka mulai kepayahan meladeni permainan lawan.

Setelah skor 13-15, Jiting/Yue menjauh tak terbendung. Poin 13 yang dikumpulkan Hafiz/Gloria sulit bertambah, sementara sang lawan terus menunjukkan dominasi sampai game pertama berakhir 14-21.

Start buruk kembali diperlihatkan Hafiz/Gloria. Mereka bahkan sempat tertinggal 2-7 di game kedua. Upaya mengurangi defisit pun seakan menemui tembok besar hingga akhirnya interval di game kedua ditutup 5-11.

Jiting/Yue kemudian menyapu bersih empat reli berikutnya dan membuat skor menjadi 5-15. Hafiz/Gloria dengan sisa tenaga yang ada mencoba bangkit, namun sayang, mereka harus mengakui keunggulan lawan 10-21.

Dengan begini, harapan Indonesia untuk mengirimkan wakil setidaknya di semifinal Korea Open 2018 pupus sudah. Empat pasangan yang ada gagal berbicara banyak di turnamen tersebut.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai
 

(FIR)

Tommy Sugiarto Menang, Indonesia Pastikan Satu Wakil di Final Korea Open 2018

Tommy Sugiarto. (Foto: Kazuhiro NOGI / AFP)

Seoul: Tommy Sugiarto berhasil melaju ke semifinal Korea Open 2018. Sempat tertinggal di game pertama, Tommy membalas di dua game berikutnya dan mengakhiri pertandingan 15-21, 21-19, 21-9.

Game pertama bisa jadi yang paling menyesakkan buat tunggal putra Indonesia tersebut. Sempat bangkit dari 11-14 menjadi 15-15, lawannya, Heo Kwang Hee mampu melesat dengan menambah enam poin berikutnya.

Pertandingan tak kalah seru terjadi di game kedua. Kejar mengejar poin terjadi, dan kedua pebulu tangkis sempat unggul dan tertinggal.

Tommy kemudian unggul 11-8 di interval game kedua, namun Kwang Hee membuat ketar-ketir karena sanggup mengejar hingga skor 15-14. Meratanya kekuatan kedua pebulu tangkis sampai membuat skor 19-19.

Akhirnya, laga game kedua berakhir untuk kemenangan Tommy usai menambah dua poin. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke game penentuan atau rubber game.

Kesalahan-kesalahan kecil Tommy di awal game ketiga membuat Kwang Hee sempat unggul 3-2, namun ia membayar dengan performa impresif dan kembali menjauh menjadi 7-3.

Setelah interval, Tommy tak lagi terbendung. Ia meninggalkan lawannya jauh hingga 17-9. Pertandingan akhirnya dimenangkan Tommy dengan keunggulan 21-9.

Kemenangan tersebut membuat Indonesia memastikan satu tempat di final Korea Open 2018. Sebab, Tommy akan bersua Jonatan Christie di semifinal tunggal putra.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai
 

(FIR)

Jonathan Christie Lolos ke Semifinal Korea Open

Jonathan Christie. (Foto: ROMMY PUJIANTO / MI)

Seoul: Jonathan ‘Jojo’ Christie berhasil melangkah ke semifinal Korea Open 2018. Di perempat final, Jojo mengalahkan pebulu tangkis Tiongkok, Zhao Junpeng dua game langsung 21-17, 21-16.

Jojo menjadi satu dari dua wakil Indonesia yang lolos ke empat besar. Satu pebulu tangkis lainnya, Tommy Sugiarto masih bertanding hingga berita ini diturunkan dan tertinggal di game pertama.

Tanda-tanda kemenangan Jojo sudah terlihat sejak awal. Ia sempat unggul jauh 11-5 di game pertama, meski kemudian Junpeng mampu mengejar 12-9.

Lewat perlawanan sengit, Jojo kembali menjauh hingga empat angka. Akhirnya, Junpeng tumbang jua 21-17.

Di game kedua, Junpeng mencoba bangkit. Skor pun berjalan sengit. Perbedaan poin hanya sedikit, namun Jojo terus memberikan defisit kepada lawannya.

Setelah skor 17-12, Jojo semakin nyaman menjaga keunggulan. Junpeng, di sisi lain, sulit menambah poin sehingga game kedua pun selesai 21-16.

Di semifinal nanti, Jojo berpeluang bersua Tommy atau Heo Kwang Hee asal Korea Selatan. Anthony Sinisuka Ginting yang berbeda seed dengan Jojo dan Anthony akan bertanding melawan Chou Tien-chen asal Taiwan.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai
 

Anggia/Ni Ketut Melaju, Della/Rizki Tersingkir

Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi. (Foto: Ant/Wahyu Putro A)

Seoul: Dua ganda putri Indonesia mengalami nasib berbeda di ajang Korea Open 2018. Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani berhasil lolos sedangkan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta terhenti.

Anggia/Ni Ketut menjalani laga melelahkan. Mereka harus memainkan pertandingan selama 1 jam dua menit saat mengalahkan wakil Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen.

Pada game pertama, Anggia/Ni Ketut saling kejar mengejar poin dengan Vivian/Yap. Namun, Anggia/Ni Ketut menang dengan skor 21-19. Berlanjut pada game kedua, Vivian/Yap mampu menyamakan kedudukan 19-21 dan memaksa pertandingan berlanjut ke game ketiga.

Baca: Tommy Sugiarto dan Jonatan Christie Mulus ke Perempat Final

Berkat ketenangan Anggia/Ni Ketut akhirnya mereka menutup pertandingan dengan skor 21-18.

Pada pertandingan lain, Della/Rizki gagal melaju ke perempat final. Mereka dikalahkan oleh Naoko Fukuman/Kurumi Yonao. Ganda Jepang itu menang lewat rubber game 21-19 20-22 21-19.

Dengan hasil ini, Indonesia mengirimkan lima wakil ke babak perempat final. Mereka yang lolos ialah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Tommy Sugiarto, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Anggia/Ni Ketut. (Tournamentsoftware)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Keluarga Almarhum Haringga Minta Tak Ada Aksi Balas Dendam

(ASM)

Singkirkan Wakil Chinese Taipei, Anthony Ginting ke Perempat Final

Seoul: Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting tampil gemilang di ajang Korea Open 2018. Terkini, dia mengalahkan wakil Chinese Taipei Wang Tzu Wei, Kamis 27 September 2018.

Anthony hanya butuh 43 menit untuk menyudahi perlawanan Wang. Juara China Open 2018 itu menang melalui straight game 21-18 21-18.

Selanjutnya, Anthony akan bertemu wakil Chinese Taipei lainnya yakni Chou Tien Chen. Anthony kerap bertemu Chou di ajang-ajang bergengsi. Sepanjang musim ini, sudah tiga kali Anthony berjumpa Chou.

Baca: Tommy Sugiarto dan Jonatan Christie Mulus ke Perempat Final

Terakhir Anthony mengalahkan Chou pada babak semifinal China Open 2018. Ketika itu, Anthony menang 12-21 21-17 21-15.

Keberhasilan ini membuat Anthony menyusul dua rekan yang lain yakni Tommy Sugiarto dan Jonatan Christie. Sedangkan Indonesia masih menyisakan dua wakil lagi di sektor ganda putri yang diwakili oleh Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. (Tournamentsoftware)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Keluarga Almarhum Haringga Minta Tak Ada Aksi Balas Dendam

(ASM)

Tommy Sugiarto dan Jonatan Christie Mulus ke Perempat Final

Tommy Sugiarto. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Seoul: Dua pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto dan Jonatan Christie mulus ke perempat final Korea Open 2018.

Tommy yang berhadapan dengan wakil Malaysia Daren Liew tak menemui halangan berarti. Buktinya, Tommy menang straight game 21-15 21-16.

Selanjutnya, Tommy menunggu pemenang antara Son Wan Ho (Korsel) atau Heo Kwang Hee (Korsel) yang akan bertanding sesaat lagi.

Wakil Indonesia lainnya, Jonatan Christie juga menang mudah atas tunggal Hong Kong Hu Yun. Peraih emas Asian Games 2018 itu menang 21-12 21-14.

Baca: Jadwal Pertandingan 7 Wakil Indonesia di Korea Open Hari Ini

Pada perempat final, Jonatan sudah ditunggu wakil Tiongkok Zhao Junpeng. Dia di luar dugaan mengandaskan perlawanan pebulu tangkis terbaik dunia asal Denmark Viktor Axelsen.

Indonesia masih menyisakan satu tunggal putra lagi yang belum bertanding yakni Anthony Sinisuka Ginting. Dia akan berjumpa dengan wakil Chinese Taipei, Wang Tzu Wei. (Tournamentsoftware)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Keluarga Almarhum Haringga Minta Tak Ada Aksi Balas Dendam

(ASM)

Bertanding Rubber Game, Hafiz/Gloria Lolos ke Perempat Final

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. (Foto: PBSI)

Seoul: Ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja tampil impresif saat menghadapi rekan senegara Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada babak kedua Korea Open 2018, Kamis 27 September 2018. 

Hafiz/Gloria memulai game pertama dengan kepercayaan diri tinggi. Itu terlihat dari raihan poin Hafiz/Gloria yang unggul 21-16.

Pada game kedua, giliran Praveen/Melati yang tampil lebih agresif. Mereka berhasil keluar dari tekanan dan membuat kedudukan menjadi 20-22.

Baca: Jadwal Pertandingan 7 Wakil Indonesia di Korea Open Hari Ini

Namun, pada game penentu, Hafiz/Gloria kembali menang. Mereka menyudahi perlawanan Praveen/Melati dengan skor 21-13.

Selanjutnya, Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan wakil Tiongkok He Jiting/Du Yue. Pertandingannya akan dihelat besok Jumat 28 September 2018.

Indonesia masih menyisakan lima wakilnya yang sesaat lagi akan bertanding. Ada tiga pebulu tangkis di sektor tunggal putra dan dua wakil dari ganda putri. (Tournamentsoftware)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Keluarga Almarhum Haringga Minta Tak Ada Aksi Balas Dendam

(ASM)

Jadwal Pertandingan 7 Wakil Indonesia di Korea Open Hari Ini

Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: AFP)

Seoul: Kontingen bulu tangkis Indonesia menyisakan tujuh wakilnya di ajang Korea Open 2018. Mereka dijadwalkan akan berjuang pada babak kedua mulai pukul 10:00 WIB, Kamis 27 September 2018.

Duel rekan senegara tersaji antara Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja kontra Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Dengan begitu, Indonesia sudah memastikan satu tempat pada babak perempat final di sektor ganda campuran.

Lalu, dilanjutkan pertandingan Tommy Sugiarto kontra tunggal Malaysia, Daren Liew. Selanjutnya, ada Jonatan Christie berhadapan dengan Hu Yun (Hong Kong), dan Anthony Sinisuka Ginting versus Wang Tzu Wei (Chinese Taipei)

Pertemuan antara Anthony dan Wang sudah tiga kali terjadi. Terakhir, Anthony kalah di ajang Japan Open lewat pertandingan rubber game. 

Baca: Rossi: Yamaha Belum Temukan Solusi

Di ganda putri, ada Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani yang akan berhadapan dengan wakil Malaysia, Vivian Hoo/Yap Cheng Wen. Sedangkan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta berjumpa wakil Jepang Naoko Fukuman/Kurumi Yonao.

Berikut jadwal pertandingan wakil Indonesia di Korea Open 2018:
Ganda campuran
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja v Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Tunggal putra
Tommy Sugiarto v Daren Liew (Malaysia)  
Hu Yun (Hong Kong) v Jonatan Christie  
Wang Tzu Wei (Chinese Taipei) v Anthony Sinisuka Ginting

Ganda putri
Vivian Hoo/Yap Cheng Wen (Malaysia) v Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani 
Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta v Naoko Fukuman/Kurumi Yonao (Jepang)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Keluarga Almarhum Haringga Minta Tak Ada Aksi Balas Dendam

(ASM)

Pelatih Ganda Putra Malaysia Belum Tertarik Pisahkan Goh/Tan

Goh V Shem/Tan Wee Kiong. (Photo by SONNY TUMBELAKA / AFP)

Kuala Lumpur: Pelatih bulu tangkis ganda putra Malaysia, Paulus Firman, mengklaim dirinya belum tertarik memisahkan Goh V Shem/Tan Wee Kiong. Itu ia katakan meskipun performa keduanya menurun di sepanjang musim ini.

Firman yang berkebangsaan Indonesia optimistis Goh/Tan bisa bangkit karena keduanya merupakan ganda putra terbaik Malaysia. Ia berharap kritik yang muncul belakangan ini bisa mereka ubah menjadi motivasi positif.

“Saya tahu mereka sedang berada dalam masa yang sulit. Tapi, saya baru melatih keduanya sejak Juli lalu,” kata Firman seperti dilansir dari Badmintonplanet.com.

“Menanggapi performa mereka, saya lihat keduanya hanya tertinggal satu atau dua poin ketika kalah di berbagai event penting. Meski begitu, kalah tetap kalah dan mereka tidak sepantasnya juga berkecil hati. Kami akan mencari solusinya,” sambung Firman.

Klik: Tujuh Wakil Indonesia Lolos ke Babak Kedua Korea Open 2018

Firman tidak menampik Goh/Tan memang masih memiliki beberapa kekurangan. Oleh karena itu, keduanya akan diinstruksikan untuk meningkatkan kualitas pukulan dan menjaga ritme pertandingan dalam waktu dekat ini.

“Saya tahu banyak yang berharap besar kepada mereka. Tapi, mari bersabar karena masih ada beberapa turnamen yang tersisa sebelum musim ini berakhir,” pungkas Firman.

Goh/Tan langsung terhempas dari babak pertama Japan Open dan hanya bertahan hingga babak 16 besar China Open yang berlangsung beberapa pekan lalu. Selain itu, keduanya juga gagal mempertahan gelar juara Commonwealth Games 2018. 

(KAU)

Tujuh Wakil Indonesia Lolos ke Babak Kedua Korea Open 2018

Tommy Sugiarto. (Foto: AFP/Kazuhiro Nogi)

Seoul: Tujuh wakil Indonesia melangkah ke babak kedua Korea Open 2018. Kontingen Merah Putih akan melanjutkan perjuangan pada besok Kamis 27 September 2018.

Ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menang terlebih dahulu saat berhadapan dengan wakil Chinese Taipei Lee Fang-Chih/Chang Ching Hui lewat straight game 21-15 21-11.

Lalu, tiga tunggal putra Indonesia juga berhasil ke babak kedua. Mereka ialah Jonatan Christie, Tommy Sugiarto, dan Anthony Sinisuka Ginting.

Ganda putri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut juga sukses ke babak kedua. Mereka mengalahkan wakil Chinese Taipei Chang Hsin Tien/Cheng Chi Ya 21-15, 14-21, 22-20.

Ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta juga menang atas wakil tuan rumah  yakni Choi Hye In/Kim Min Ji 21-12 21-17.

Baca: Obor Asian Para Games 2018 Tiba di Pangkalpinang

Berikut wakil Indonesia yang lolos ke babak kedua Korea Open 2018:

Ganda campuran:
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja 
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Tunggal putra:
Jonatan Christie 
Tommy Sugiarto 
Anthony Sinisuka Ginting

Ganda putri:
Della Destiara Haris/Rizki Ameila Pradipta
Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Legenda Persib Sarankan Organisasi Suporter Dibubarkan

(ASM)

Hasil Tiga Ganda Campuran Indonesia di Korea Open 2018

Seoul: Tiga wakil Indonesia telah bermain pada babak pertama Korea Open 2018, Selasa 25 September. Dari tiga wakil yang bermain hari ini, hanya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang meraih kemenangan.

Praveen/Melati menghadapi ganda campuran Tiongkok Ou Xuanyi/Tang Jin pada babak pertama. Mereka mampu melewati Ou/Tang dengan dua game langsung 21-10 23-21.

Sayangnya hasil positif Praveen/Melati tak mampu ditiru oleh dua ganda campuran lainnya, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Ronald/Annisa Saufika.

Rinov/Pitha yang berhadapan dengan Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo harus menyerah dengan dua game langsung 18-21 13-21.

Sementara Ronald/Annisa menyerah di tangan Kim HwiTae/Kim Hye Jeong dengan juga dengan dua game langsung 20-22 17-21.

Wakil di sektor ganda campuran Indonesia masih tersisa satu lagi. Mereka adalah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Unggulan keempat ini akan berhadapan dengan Lee Fang-Chih/Chang Ching Hui pada Rabu 26 September.

Atlet Atletik Asian Para Games Semakin Intensif Berlatih

(FIR)

Singkirkan Wakil Tiongkok, Praveen/Melati Lolos ke Babak Kedua

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: MI/Ramdani)

Seoul: Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melangkah ke babak kedua Korea Open 2018. Praveen/Melati mengalahkan wakil Tiongkok Ou Xuanyi/Tang Jinhua, Selasa 25 September waktu setempat.

Praveen/Melati tampil ciamik sejak game pertama. Keduanya bermain kompak sehingga tidak memberikan celah bagi pasangan Tiongkok untuk mengembangkan permainan. Hasilnya, Praveen/Melati berhasil merebut game pertama dengan cukup mudah, 21-10.

Pada game kedua, Xuanyi/Jinhua tampil lebih agresif. Tak ayal, perolehan poin berlangsung ketat. Namun, Praveen/Melati tetap tenang dan menyudahi perlawanan wakil Tiongkok dengan kedudukan 23-21.

Baca: Kenyamanan Atlet Asian Para Games jadi Prioritas INAPGOC

Sayang, keberhasilan Praveen/Melati tidak diikuti oleh dua ganda campuran lainnya yakni Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Ronald/Annisa Saufika.

Rinov/Pitha menyerah dari ganda Jepang Yuki Kaneko/Misaki Matsumoto via straight game 21-18 21-13. Sedangkan Ronald/Annisa dikalahkan wakil tuan rumah Kim Hwi Tae/Kim Hye Jeong, 22-20 21-17.

Indonesia masih menyisakan beberapa wakil lagi yang akan bertanding pada Rabu 26 September. Salah satu ganda campuran yang akan bertanding ialah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Mereka akan bersua wakil Taiwan Lee Fang-Chih/Chang Ching Hui. (tournamentsoftware)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: Laga Timnas Indonesia U-16 Kontra Vietnam Berakhir Imbang

(ASM)

Kento Momota di Mata Anthony Sinisuka Ginting

Jakarta: Tunggal putra Indonesia Anthony Ginting membawa pulang gelar dari China Open 2018. Ia mengalahkan Kento Momota di final dengan skor 23-21 21-19.

Meski berjalan dua game, duel yang melibatkan Kento dengan Ginting menarik untuk disimak. Apalagi dalam dua bulan belakangan ini, kedua pebulu tangkis sudah bertemu dua kali.

Selain di China Open 2018, keduanya juga bentrok pada babak kedua Asian Games 2018. Ketika itu Ginting juga memenangkan pertandingan 21-18 21-18.

Bagi Ginting Momota bukan pemain yang sembarangan. Ia sangat cerdas dan mampu membaca permainan lawan.

“Menurut saya, Momota adalah pemain yang pintar, dia bisa membaca kalau lawannya tidak percaya diri,” ujar Ginting. 

“Tiap bertemu dia, pertandingan tidak akan berjalan mudah. Ke depannya, semoga kami bisa menjadi generasi baru di tunggal putra,” sebut Ginting.

Tak lupa, Ginting pun membeberkan kelemahannya saat berada di lapangan. Dan terkadang bisa menjadi faktor kekalahannya.

“Ketika saya sudah dekat dengan kemenangan, tapi belum bisa mengamankan poin. Itu kelemahan saya. Intinya, walaupun kita sudah memimpin jauh, tapi kita belum mengamankan poin kemenangan, kita tidak boleh membuat kesalahan sekecil apa pun,” jelas Ginting. 

“Saya tidak pernah mengalami kejadian ini sebelumnya. Ini adalah pelajaran buat saya, saya tidak boleh membiarkan ini terjadi lagi,” tegasnya.

Metro TV akan Siarkan Pertandingan Asian Para Games 2018

(FIR)

Cerita Ginting Taklukkan Momota di Final China Open 2018

Changzhou: Anthony Sinisuka Ginting mencetak sejarah. Tak diunggulkan, Ginting justru berhasil menyabet gela China Open 2018, Minggu 23 September.

Lawan-lawan tangguh dihadapi Ginting dalam perjalanannya menuju juara. Termasuk mengalahkan Kento Momota yang merupakan juara dunia asal Jepang, dengan skor 23-21, 21-19 di final. 

Dalam pertandingan melawan Momota di final, Ginting terlihat sempat membuat kesalahan. Beruntung, ia punya ketenangan yang berhasil membuatnya ke tangga juara.

“Puji Tuhan hari ini saya bisa menang. Hari ini pertandingannya ketat, skornya tipis. Waktu tertinggal, saya hanya mencoba menjalankan apa yang saya jalankan di pertandingan-pertandingan sebelumnya, saat saya tertinggal juga,” ujar Anthony soal pertandingan. 

“Saya tidak memikirkan poinnya ketinggalan berapa, fokus saja dengan cara saya main, jadi ya memukul untuk dapat poin, begitu saja. Di game kedua saya coba kuasai kondisi angin yang membuat saya melakukan kesalahan sendiri. Saya terus berusaha menekan lawan dengan serangan-serangan saya,” tambahnya.

Peraih medali perunggu Asian Games 2018 ini kerap menerapkan pukulan di depan net. Upaya itu merupakan salah satu strateginya dalam pertandingan tersebut.

“Soal pukulan halus di depan net, memang itu salah satu usaha saya untuk mendapat kesempatan menyerang,” terang Ginting.

Prestasi ini adalah gelar pertama Anthony di level Super 1000. Pada awal tahun 2018, Anthony telah berhasil meraih gelar di Daihatsu Indonesia Masters 2018 BWF World Tour Super 500.

Lee Chong Wei Jalani Perawatan Kanker

(FIR)

Rinov/Pitha Juara di Babel Indonesia Masters 2018

Ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas.berpose usai juara (Foto: Humas PBSI)

Pangkalpinang: Indonesia memastikan meraih satu gelar juara dari Bangka Belitung Indonesia Masters 2018. Raihan itu dipastikan melalui ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas.

Berhadapan dengan wakil Thailand, Nipitphon Puangphuapet/Savitree Amitrapai, Rinov/Pitha menang dengan dua game langsung 21-19, 21-18. 

Selain mengamankan gelar juara, mengalahkan Nipitphon/Savitree merupakan ajang balas dendam pasangan Merah Putih ini. Sebab, sebelumnya, Rinov/Pitha sempat kalah 16-21, 21-12 12-21 pada Vietnam Open 2018.

“Dari awal kami siap untuk menekan lawan terus. Di pertandingan tadi kami banyak belajar dari kekalahan sebelumnya. Terus juga tadi punya motivasi agar bisa membalas kekalahan, dan bersyukur bisa tercapai,” jelas Rinov.

“Kunci kemenangannya sih kami tetap jaga fokus, menjaga pola permainan yang sudah diterapkan dari awal. Pokoknya jangan hilang fokus,” sambung Mentari. 

Setelah ini, Rinov/Mentari akan langsung terbang ke Seoul untuk tampil di Korea Open 2018 yang bakal berlangsung mulai Selasa, (25/9). Bermodalkan hasil baik di Pangkalpinang, Rinov/Mentari targetkan tembus babak perempat final.

“Target selanjutnya di Korea semoga kami bisa masuk delapan besar,” pungkas Rinov. 

Lee Chong Wei Jalani Perawatan Kanker

(PAT)

China Open 2018: Goresan Emas Anthony Ginting di Negeri Bambu

Jakarta: Anthony Sinisuka Ginting sukses menjadi juara China Open 2018 setelah berhasil menumbangkan Kento Momota di partai final. Tunggal putra Indonesia sanggup melewati hadangan berat sejak babak pertama untuk goreskan tinta emas di Negeri Bambu.

Kemenangan yang didapat Ginting sampai bisa berjaya di China Open 2018 tidaklah mudah, bahkan sangat sulit sebenarnya. Lima lawan berat dilibasnya dari babak pertama perlombaan.

Lin Dan menjadi lawan pertama Ginting. Seperti diketahui, pebulu tangkis Tiongkok itu mempunyai segudang pengalaman, di antaranya dua kali juara Olimpiade, lima kali juara dunia, termasuk pula enam kali juara All England.

Setelah melewati hadangan berat Lin Dan, giliran jagoan Denmark, Viktor Axelsen di babak kedua. Hebatnya, Anthony Ginting cuma butuh dua game untuk melaju ke babak perempat final.

Axelsen bukan nama sembarangan di dunia bulu tangkis. Ia merupakan atlet Eropa pertama yang sukses menjadi juara di kejuaraan dunia junior 2010. Selain itu, pada kejuaraan dunia tahun 2017 di Skotlandia, atlet 24 tahun itu juga keluar sebagai juara setelah menumbangkan Lin Dan.

Di babak perempat final, Ginting bersua Chen Long yang sudah dua kali beruntun ia kalahkan pada pertemuan sebelumnya. Lewat tiga game, atlet tuan rumah itu harus tertunduk malu di depan publiknya sendiri.

Lanjut ke semfinal, ganti atlet Tiongkok lainnya yang dihadapi Ginting, yakni Chou Tien Chen. Ini menjadi salah satu laga terberat Ginting karena lawannya merupakan kandidat juara China Open 2018.

Sejumlah catatan impresif digoreskan Ginting usai menjuarai China Open 2018. Kemenangan tersebut menjadikannya pebulu tangkis pertama yang mampu melumat Kento dua kali beruntun.

Itu artinya, Ginting telah mengalahkan seluruh juara dunia dan atau peraih emas olimpiade dari delapan edisi terakhir (2011-2018) untuk berdiri di podium tertinggi China Open 2018.

Selain itu, Ginting menjadi pebulu tangkis Indonesia pertama yang memenangi Super Series Premier/Super750+ yang digelar di Tiongkok.

Ginting juga menjadi tunggal putra non-Tiongkok kedua setelah Sony Dwi Kuncoro (2008 – China Masters Super Series) yang mampu berjaya di Changzhou.

Apa yang didapat Ginting di China Open 2018 ini sekaligus membayar kegagalannya di dua kompetisi sebelumnya, Asian Games 2018 dan Japan Open.

Pada Asian Games 2018 kemarin, menariknya, Ginting kalah dari Chou Tien Chen, yang membuat kemenangan di semifinal China Open 2018 atas lawan yang sama merupakan balas dendam yang manis buat Ginting.

Sedangkan di Japan Open, Ginting terhenti oleh Viktor Axelsen. Lagi-lagi, ia sukses membalaskan dendam di China Open 2018.

Dari 15 laga yang dimainkan Ginting, ia total mengumpulkan 11 kemenangan. Tiga kekalahan didapat di Asian Games 2018, sisa satu lagi di Japan Open.

Video: Indra Sjafri Telah Mengetahui Ciri Permainan Thailand
 

Terhempas di Semifinal, Kevin/Marcus Merasa Dirugikan Hakim Servis

Changzhou: Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, belum berhasil mempertahankan gelar China Open. Keduanya dikalahkan Han Chengkai/Zhou Haodong pada fase semifinal, Sabtu 22 September 2018.

Kevin/Marcus yang berstatus sebagai ganda putra terbaik dunia sudah memberikan perlawanan terbaik selama 46 menit. Namun, mereka kecolongan pada game ketiga sehingga harus menyerah dengan dengan skor, 19-21, 21-11, 17-21

Menurut rilis Humas PBSI, Kevin/Marcus tak dapat mengatasi permainan cepat dan keras yang dimainkan Han/Zhou. Servis Marcus yang dinyatakan fault oleh wasit sempat memecah konsentrasi pada game ketiga.

“Memang berpengaruh (servis dinyatakan fault). Dengan kondisi shuttlecock yang kencang seperti ini, kalau sudah tidak konsentrasi dengan servis, mau main bagaimana?” kata Kevin.

“Servis saya dianggap fault empat kali, dari poin saja sudah rugi. Situasi ini merusak fokus kami ketika akan servis. Saya rasa sebaiknya ada alat pengukurnya (untuk servis) jadi bisa lebih fair,” timpal Marcus.

Klik: Greysia/Apriyani Gugur, Indonesia Hanya Kirim Satu Wakil ke Final

Pada game pertama, Kevin/Marcus gagal mengamankan poin-poin kritis saat kedudukan imbang 18-18. Serobotan cepat yang dilakukan Han/Zhou membuat Kevin/Marcus tak leluasa mengembalikan bola.

Ketika memainkan game kedua, Kevin/Marcus sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Han/Zhou untuk mengembangkan permainan. Keduanya pun mampu menang mutlak dengan durasi lebih cepat.

Klik: Lee Chong Wei Mengidap Kanker Hidung

Seperti sudah diprediksi, game ketiga berlangsung sengit. Kevin/Marcus kembali tak dapat mengontrol poin-poin kritis saat kedudukan imbang, 16-16. Han/Zhou pun memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.

“Soal lawan hari ini, ya kurang lebih tipe permainan mereka sama dengan pasangan Tiongkok yang lain,” pungkas Marcus.

Selain Kevin/Marcus, masih ada dua wakil Indonesia lainnya yang berlaga di semifinal, yakni Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri). Namun, hanya Anthony saja yang lolos ke final karena menang dari Chou Tien Chen. (RO)

(KAU)

Greysia/Apriyani Gugur, Indonesia Hanya Kirim Satu Wakil ke Final

Meskipun kalah, Greysia/Apriyani sudah memberikan perlawanan terbaik. (Foto: Humas PBSI)

Changzhou: Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, gagal membendung perlawanan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi pada semifinal China Open 2018, Sabtu 22 September. Saat itu, keduanya menyerah dengan skor, 21-17 12-21 dan 21-16.

Jalannya pertandingan berlangsung sengit selama 1 jam 16 menit di lapangan utama Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Tiongkok. Meskipun kalah, Greysia/Apriyani sudah memberikan perlawanan terbaik.

Klik: Lee Chong Wei Mengidap Kanker Hidung

Misaki/Ayaka yang berstatus sebagai unggulan kedua memang menang lebih dulu pada game pertama. Tapi, Greysia/Apriyani masih sering menyalip raihan poin mereka sejak awal pertandingan.

Ketika memainkan game kedua, Greysia/Apriyani sukses mendominasi pertandingan. Mereka tak sekalipun membiarkan pasangan Jepang itu menyalip poin dan game kedua pun bisa selesai lebih cepat ketimbang game pertama.

Perlawanan ketat masih ditunjukkan Greysia/Apriyani ketika memainkan game ketiga. Mereka unggul pada poin-poin awal dan berhasil mengejar ketertinggalan selepas interval pertandingan. 

Klik:  Di Luar Dugaan, Kevin/Marcus Terhenti di Semifinal

Namun, Misaki/Ayaka tidak menyerah begitu saja. Keduanya malah bisa bangkit saat tertinggal 15-16 dan membuat raihan poin Greysia/Apriyana tak lagi bertambah hingga laga selesai.

Selain Greysia/Apriyana, masih ada dua wakil Indonesia lainnya yang berlaga di semifinal, yakni Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra). Tapi, hanya Anthony saja yang bisa lolos ke final karena menang dari Chou Tien Chen.

(KAU)

Chen Long Sebut Anthony Ginting Mirip Taufik Hidayat

Pebulu tangkis Tiongkok, Chen Long. (Foto: Toshifumi KITAMURA / AFP)

Changzhou: Pujian mengalir dari bibir Chen Long kepada Anthony Sinisuka Ginting. Ia menilai ada kemiripan gaya bermain antara Ginting dengan Taufik Hidayat.

Bertanding pada China Open 2018, Chen takluk oleh Ginting di hadapan publiknya sendiri. Laga berakhir rubber game 18-21, 22-20, 21-16.

Menurut Chen, keunggulan Ginting terletak pada kestabilan permainan. Alhasil, ditambah ketenangan, Ginting jarang membuat kesalahan sendiri.

“Saya tidak bisa tampil bagus di game kedua, sudah unggul jauh 8-2, bisa terkejar oleh Ginting. Waktu itu dia bisa bermain stabil walaupun ketinggalan jauh tapi dia sabar, sangat jarang membuat kesalahan,” kata Chen usai pertandingan.

Pujian tak berhenti di situ saja. Chen menuturkan, gaya bermain Ginting sebetulnya sederhana, namun mematikan seperti Taufik Hidayat, legenda bulu tangkis Indonesia.

“Memang saya sudah kalah empat kali tahun ini dari Ginting. Dia bermain dengan style yang simple sebetulnya, mirip permainan Taufik Hidayat. Dia mengontrol permainan net dan memaksa lawan untuk mengangkat bola, kemudian dismashnya,” ungkap Chen.

Video: Mengenal Cabor Boccia di Asian Para Games 2018
 

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Juga ke Semifinal China Open 2018

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. (Foto: ANTARA FOTO/Humas PBSI)

Changzhou: Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi wakil Indonesia ketiga yang memastikan tiket semifinal China Open 2018.

Greysia/Apriyani sukses menyingkirkan pasangan putri Jepang, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto. Mereka lolos berkat kemenangan dua game langsung, 21-19 dan 21-16.

Di game pertama, Greysia/Apriyani sebetulnya sempat kewalahan meladeni Shiho/Koharu. Mereka tertinggal 4-6 di awal pertandingan, namun setelah bisa menyamakan kedudukan 10-10, bentuk permainan mulai terlihat.

Kejar mengejar poin terjadi. Dua kali Greysia/Apriyani unggul poin hingga akhirnya menyudahi perlawanan Shijo/Koharu 21-19.

Nyaris serupa, game kedua juga nyaris tak berpihak buat Greysia/Apriyani. Mereka tertinggal lebih dulu 5-7, baru kemudian melesat jauh 13-11 sebelum tanpa ampun melibas lawannya 21-16.

Greysia/Apriyani menyusul Anthony Ginting dan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon yang telah lebih dulu ke semifinal. Indonesia berpeluang menambah wakilnya andai Gregoria Mariska Tunjung sukses mengalahkan Nozomo Okuhara. Hingga berita ini diterbitkan, Grego masih bertarung melawan unggulan delapan asal Jepang itu.

Video: Mengenal Cabor Boccia di Asian Para Games 2018
 

(ACF)

Resep Ricky/Debby Lolos ke Perempat Final China Open 2018

Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto. (Foto: PBSI)

Changzhou: Ganda campuran Indonesia Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto lolos ke perempat final China Open 2018. Mereka mampu mengalahkan wakil Tiongkok, Lu Kai/Chen Lu dengan kedudukan 21-18, 21-19.

Ricky/Debby yang bermain agresif, mampu terus menekan Lu/Chen dari awal permainan. Lu/Chen tak dapat mengatasi pola permainan yang diterapkan oleh Ricky/Debby.

“Dari awal kami sudah bisa fokus, jadi kami lebih siap untuk menerapkan pola main kami. Kami merasa lebih siap, kami memang ingin langsung in di lapangan, jadi bisa dapat rasa percaya dirinya,” ujar Ricky dikutip Badmintonindonesia.org, Kamis 20 September.

Debby mengomentari pasangan Lu/Chen yang merupakan kombinasi pemain senior dan pemain muda. Lu adalah mantan pasangan Huang Yaqiong, yang kini telah menduduki peringkat satu dunia bersama Zheng Siwei.

Baca: Anthony Ginting Bikin Kejutan Lagi, Tumbangkan No.1 Dunia

“Lu Kai sudah berpengalaman, dia sudah banyak titel di kejuaraan besar. Dari awal memang pasangan ini harus diwaspadai. Pasangan senior-junior Tiongkok sering buat kejutan. Chen sebetulnya sudah lumayan, mungkin dia tegang berpartner dengan pemain senior dan mereka jadi tuan rumah juga,” sebut Debby.

Menjajaki perempat final di turnamen level Super 1000, Ricky/Debby akan tetap mencoba untuk tampil tanpa beban. Pada babak perempat final, Ricky/Debby akan berhadapan dengan Tan Chung Man/Tse Ying Suet, unggulan keempat dari Hong Kong.

“Kami coba step by step dulu, kami mau menikmati semua pertandingan, jadi mainnya lebih enjoy,” ucap Debby. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Timnas U-19 Gelar Latihan Jelang PSSI Anniversary Cup 2018

(ASM)

Anthony Ginting Bikin Kejutan Lagi, Tumbangkan No.1 Dunia

Changzhou: Anthony Ginting melanjutkan kejutannya di pentas China Open 2018. Usai mengalahkan Lin Dan pada babak pertama, kini giliran pebulu tangkis terbaik dunia, Viktor Axelsen yang disingkirkan peraih medali perunggu Asian Games 2018 itu.

Ginting yang menempati peringkat 13 dunia, tidak tampil gugup saat berhadapan dengan Axelsen yang menduduki posisi teratas rangking BWF. Ia justru memperlihatkan semangat yang luar biasa.

Selain untuk merebut tiket ke babak berikutnya, Ginting juga berambisi membalaskan dendam atas kekalahannya dari Axelsen pada pertemuan terakhirnya pada perempat final Japan Open. Kali ini, Ginting menang straight game 21-18, 21-17.

Belajar dari kesalahan pada pertemuan terakhir di Jepang, Ginting, kini tampak lebih bisa mengontrol ritme pertandingan. Ia tidak mudah terpancing permainan Axelsen. Hasilnya, lewat kombinasi permainan net dan rally, Ginting berhasil merebut game pertama.  

Baca: Tunggal dan Ganda Putri Indonesia Melenggang ke Perempat Final

Berlanjut pada game kedua, Ginting tetap menjaga konsistensinya. Permainan net dan bola-bola jauh yang yang dilakukan Ginting beberapa kali memaksa Axelsen melakukan kesalahan sendiri. Alhasil, Ginting unggul 21-17.

Lewat dari adangan Lin Dan dan Axelsen, Ginting belum juga bisa bernafas lega. Sebab, lawan pada perempat final nanti dipastikan tidak akan mudah. Ia dijadwalkan berjumpa dengan pemenang antara kompatriot Axelsen, Jan O Jorgensen atau pebulutangkis nomor satu Tiongkok saat ini, Chen Long.

Termasuk Ginting, sejauh ini, sudah lima wakil Indonesia yang lolos ke perempat final. Mereka ialah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Ricky Karandasuwardi/Debby Susanto, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Gregoria Mariska Tunjung. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Timnas U-19 Gelar Latihan Jelang PSSI Anniversary Cup 2018

(ASM)

Jonatan Christie Susah Payah Lalui Babak Pertama

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Chritie. (ANTARA FOTO/INASGOC/Hadi Abdullah)

Changzhou: Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berhasil melalui babak pertama China Open 2018, Rabu 19 September. Tren positif itu ia raih setelah menaklukkan Kanta Tsuneyama asal Jepang.

Bukan tugas mudah bagi Jojo–sapaan akrab Jonatan untuk meredam perlawanan Tsuneyama. Sebab, laga baru bisa ia tutup setelah bertanding sengit selama tiga game dengan skor 18-21, 21-17 dan 13-21.

Jojo yang berstatus sebagai pemilik medali emas Asian Games 2018 sukses merebut game pertama lebih dulu. Tapi, selisih poin saat itu cukup ketat. Ketika memainkan game kedua, malah Jojo yang gagal menyalip poin Tsuneyama sejak poin 10-10. 

Klik: Menangi Perang Saudara, Marcus/Kevin ke Babak Kedua

Tidak terima game keduanya direbut Tsuneyama, Jojo sukses memperbaiki permainannya lewat game ketiga. Saat itu, giliran Jojo yang tidak membiarkan Tsuneyama menyalip raihan poin sejak kedudukan imbang, 1-1. Jojo akhirnya keluar sebagai pemenang setelah bertanding selama 59 menit.

Selanjutnya, pada babak kedua yang berlangsung pada Kamis 20 September, Jojo akan ditantang unggulan ke delapan asal Hong Kong, Ng Ka Long Angus. Catatan di atas kertas berpihak kepada Angus karena Jojo kalah skor head to head, 2-3. 

Selain Jojo, ada Anthony Sinisuka Ginting juga yang mewakili tunggal putra Indonesia di babak kedua. Besok, dia akan ditantang oleh unggulan pertama asal Denmark, Viktor Axelsen. 

Video: Pasangan Suami Istri Berburu Emas Asian Para Games 2018

(KAU)

Lin Dan Puji Permainan Ciamik Anthony Ginting

Pebulu tangkis Tiongkok, Lin Dan. (Foto: Toshifumi KITAMURA / AFP)

Changzhou: Kejutan tercipta di China Open 2018. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting sukses mengalahkan andalan Tiongkok, Lin Dan.

Tak mudah buat Ginting mengalahkan salah satu legenda hidup bulu tangkis itu. Setelah menyerah di game pertama 22-24, Ginting akhirnya meraih dua game berikutnya 21-5 dan 21-19.

Ginting mengakui kesulitan meladeni game pertama. Ia sebetulnya sudah berupaya mempermainkan tempo, namun tetap saja Lin Dan enggan mengikuti irama permainan.

“Dari game pertama saya lihat dia sudah fokus dan mainnya ngotot. Walaupun saya jungkir balik mempercepat permainan, tetap saja dia paksa untuk ambil bola. Beda dengan di game kedua dan ketiga,” ujar Ginting disadur dari laman resmi PBSI.

Lin Dan sebagai atlet senior menerima kekalahan dari Ginting yang terpaut usia cukup jauh. Dirinya memuji gaya bermain lawannya yang sangat cepat.

“Ginting adalah pemain yang sangat cepat. Pada saat saya bisa membalikkan keadaan 19-18 di game ketiga, responnya sangat cepat di depan net,” timpal Lin Dan.

“Pelatih saya memberikan arahan agar saya kembali mengarahkan shuttlecock ke atas, ini juga langsung diselesaikan dengan cepat oleh Ginting dengan smash nya. Di saat genting, ia bisa tampil lebih stabil,” katanya lagi.

Di babak ketiga, lawan berat sudah menanti Ginting. Ia akan bersua unggulan pertama, Viktor Axelsen dari Denmark.

Kedua atlet sudah bertemu dua kali sebelumnya pada dua ajang berbeda dan saling mengalahkan. Ginting punya motivasi untuk membalas kekalahan di pertemuan terakhir atas Axelsen.

Video: Preview Inter vs Tottenham: Duel Dua Klub Tanpa Cita-cita
 

(ACF)

Hasil China Open 2018 Hari Ini: Anthony Ginting Ciptakan Kejutan

Jakarta: Empat wakil Indonesia telah melakoni babak kedua China Open 2018 hari ini. Salah satu atlet andalan, Anthony Ginting, sukses mengalahkan jagoan tuan rumah, Lin Dan.

Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang pertama bertanding belum menemui hambatan pada putaran pertama Tiongkok Terbuka 2018. Menghadapi pasangan Jepang pada putaran pertama, Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo, unggulan ketiga ini menang straight game 21-7, 21-16.

Laga begitu mudah buat pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini. Pasalnya mereka hanya membutuhkan 21 menit untuk membuat wakil Jepang itu angkat koper dari Changzhou.

Tunggal putra Anthony Ginting juga sukses menorehkan kemenangan membanggakan atas Lin Dan. Berbeda dengan Owi/Butet, tak mudah buat Ginting mengalahkan salah satu atlet terbaik Tiongkok itu.

Dibutuhkan tiga game buat Ginting menyudahi perlawanan alot Lin Dan. Setelah menyerah kalah di game pertama 22-24, Ginting akhirnya meraih dua game berikutnya 21-5 dan 21-19.

“Saat krusial itu, saya berusaha untuk main net lagi, seperti yang saya lakukan sebelumnya dan memberi saya banyak poin. Waktu kehilangan banyak angka di kedudukan 16-10, Lin memaksa saya untuk mengarahkan bola ke atas dan pengembalian saya seringkali out,” beber Anthony.

“Waktu unggul jauh itu memang ada rasa tegang juga, tapi saya mencoba untuk benar-benar fokus lagi. Saat saya tahu posisi dia tidak enak, langsung saya cepatkan temponya,” imbuh Anthony.

Keberhasilan Ginting dan Owi/Butet disusul wakil Indonesia lainnya. Fajar/Rian juga lolos ke babak selanjutnya dengan menumbangkan ganda Jepang 20-22, 21-15, dan 21-15.

Sayang, pasangan Hafiz/Gloria gagal mengikuti jejak rekan-rekannya. Mereka kalah 20-22, 21-16, dan 16-21 dari ganda Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Video: Preview Inter vs Tottenham: Duel Dua Klub Tanpa Cita-cita